Dialog Nuklir Iran Mandek, Menlu Prancis Bertolak Pulang

Lausanne: Dengan masih banyaknya masalah yang belum terselesaikan, dialog terbaru program nuklir Iran dengan enam kekuatan dunia di Swiss kembali mandek. Iran dan grup P5+1, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, Prancis dan Jerman, belum dapat menyepakati sebuah kerangka perjanjian.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius pun meninggalkan dialog dan bertolak pulang. Menlu AS John Kerry juga hendak pergi, namun pada akhirnya memilih tinggal di Hotel Beau Rivage Palace, Swiss.

Laurent Fabius kembali ke Paris untuk mengikuti rapat kabinet. Dia akan kembali pulang saat dibutuhkan,” ucap perwakilan Kemlu Prancis, seperti dilansir AFP, Selasa (31/3/2015).

Iran bersikukuh program nuklirnya hanya dibuat untuk keperluan energi serta teknologi. Sementara sejumlah pihak khawatir Iran diam-diam membuat senjata nuklir.

Kedua kubu akan berusaha mencari solusi terbaik, dan dijadwalkan sudah dapat menyepakati kerangka perjanjian program nuklir pada Selasa mendatang. Batas waktu itu kini sudah terlewati.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu khawatir Iran dan kekuatan dunia dalam grup P5+1 akan membentuk perjanjian yang meringankan sanksi internasional terhadap Teheran tanpa memperketat aturan peralatan nuklir.

Netanyahu bahkan sempat terbang ke AS untuk mencegah terjadinya perjanjian program nuklir Iran.

WIL

Sumber : metrotvnews.com