FA Cup – Nama Roarie Deacon mungkin terdengar asing bagi sejumlah pihak. Tapi, tidak banyak yang menyadari bahwa ia adalah eks pemain akademi Arsenal. Rentang waktunya di akademi Arsenal pun terbilang cukup lama, tercatat satu dekade ia berada di akademi The Gunners sejak masih berusia sembilan tahun dan akhirnya memutuskan untuk angkat koper dari klub London Utara tersebut ketika umurnya menginjak 19 tahun.


Deacon juga merupakan salah satu dari empat eks anggota akademi The Gunners yang saat ini memperkuat Sutton. Kontraknya habis dan ia harus meneruskan karirnya, seperti yang dilakukan sejumlah pemain muda lainnya. Meski ia tidak berhasil menyeberangi jembatan dari skuat cadangan ke skuat inti. Dia ingin terus membuktikan pada semua orang dan menunjukkan kebolehannya. Ketika menghadapi laga melawan Arsenal nanti, itu merupakan kesempatan besar baginya untuk unjuk gigi melawan tim besar didepan kamera televisi.

The Gunners sendiri akan melawat ke Sutton dengan keadaan yang kurang baik. Pasukan arahan Arsene Wenger baru saja ditumbangkan oleh Bayern Munich pada leg pertama babak 16 besar Liga Champion. Bukan hanya kalah, kans Arsenal untuk bisa tembus ke fase selanjutnya pun seolah tertutup karena mereka tumbang dengan skor telak 5-1. Kekalahan itupun membuat kondisi Arsene Wenger kembali dibawah tekanan. Namun, bagi Deacon, Wenger tetaplah juru taktik yang berkualitas untuk mengkomandoi Arsenal.

Berdasarkan opini Deacon, Arsene Wenger merupakan manajer yang piawai dan Arsenal adalah tim yang dinilai berkelas, itulah yang terjadi dalam sepakbola dan terkadang hasil yang diperoleh tidaklah sesuai ekspektasi. Juru taktik harus selalu menghadapi tekanan, namun Wenger adalah juru taktik yang hebat dan ia pasti bisa keluar dengan senyuman dan nafas lega di sisi lain.

Menghadapi Sutton tentu tidak akan enteng bagi tim asal London Utara ini. Walaupun tampil di divisi non-league, Sutton bisa dikatakan cukup berbahaya dengan menyingkirkan tim divisi Championship, Leeds United. Kesuksesan mereka tersebut tentu bisa meningkatkan semangat tim. Ditambah, tim non-League lainnya, Lincoln City, juga sukses mendepak Burnley yang juga berasal dari Premier League dan memastikan kejutan mereka tetap terjadi di FA Cup.

Deacon pun menambahkan bahwa mereka tidak melakoni laga ini dengan pikiran pencapaian mereka di FA Cup akan terhenti. Mereka akan berlaga sesuai dengan gaya pemainan mereka dan bertempur untuk setiap hal di laga nanti. Tentu mereka berharap sewaktu hakim lapangan meniupkan peluit panjang nanti mereka akan merayakannya bersama dengan para fans. Itu akan menjadi kejutan terbaik yang pernah terjadi di sejarah sepakbolanya.

Laga antara Sutton kontra Arsenal akan jadi ajang pembuktian kualitas Deacon. Dia pun siap untuk mengerahkan segala yang dimilikinya untuk memenangkan pertandingan. Baginya pertandingan ini layak dikenang dirinya karena ia akan melawan klub dimana ia mengawali karirnya sebagai pesepakbola.