Data Pribadi Presiden Joko Widodo Dibocorkan Australia

Canberra: Data pribadi Presiden Joko Widodo tidak sengaja dibocorkan pejabat imigrasi Australia. Data ini bocor bersama puluhan data kepala negara lainnya.

Data-data ini dikabarkan bocor ke panitia penyelenggara Piala Asia. Menurut Guardian, Selasa (31/3/2015), komisioner rahasia Australia dikontak oleh Direktur Bagian Visa, di Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan dan menunjukkan adanya kebocoran data pada 7 November 2014.

Dalam sebuah email yang dikirim ke kantor komisioner di bawah aturan kebebasan informasi Australia, kebocoran itu terjadi karena seorang karyawan tidak sengaja mengirim email ke seorang anggota penyelenggara Piala Asia,-yang berlangsung di Australia, Januari 2015- dengan informasi pribadi.

“Data pribadi itu termasuk, nama, tanggal lahir, kelamin, posisi di negara, nomor paspor, visa khusus yang terkait 31 pemimpin dunia yang menghadiri pertemuan pemimpin G20,” ujar pejabat itu.

“Penyebab dari kebocoran ini murni kesalahan manusia. Mereka gagal untuk memeriksa fungsi autofill dalam Microsoft Outlook, ke kolom pihak yang dituju. Ini berujung kepada kesalahan sosok yang akan dituju,” lanjutnya.

Pejabat imigrasi Australia tersebut menambahkan, informasi ini sepertinya tidak tersebut ke publik. Sementara mereka yang mendapatkan email ini, sudah menghapus email rahasia tersebut.

Selain Presiden Joko Widodo, beberapa data paspor dari pemimpin dunia lain bocor antara lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi, PM Jepang Shinzo Abe, dan PM Inggris  David Cameron.

FJR

Sumber : metrotvnews.com