yandex
Bisnis

Dari Bisnis Nugget, Wanita Ini Raup Omzet 100 Juta/Bulan

Di dalam dunia usaha, kesuksesan dapat dicapai salah satunya dengan menciptakan inovasi produk yang inovatif dan punya keunikan tersendiri dari yang lain. Karena, menjual produk inovatif punya peluang yang besar dan menjanjikan untuk meraih kesuksesan.

Hal inilah yang dibuktikan oleh Gracia Puspita Suciono, seorang wanita cantik yang menekuni bisnis jamur dengan mengusung brand Hiratake Chees Nugget. Umumnya, nugget yang dijual dipasaran menggunakan ayam sebagai bahan utamanya, namun Gracia membuat nugget yang mengandalkan bahan dasar jamur tiram.

Gracia memilih nuggetnya diolah dengan bahan dasar jamur karena ia menyakini jika produk ini punya mutu yang baik untuk kesehatan dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk mereka yang menerapkan vegetarian. Selain pengolahannya tidak menggunakan daging, produk dari bisnis nugget milik Gracia ini tidak menggunakan bahan pengawet dan juga vetsin.

“Nugget jamur ini memang kami produksi guna memenuhi pola hidup yang lebih baik dan sehat. Karena itu, kami tidak menggunakan bahan pengawet dan vetsin dalam proses pengolahannya, agar lebih terjami mutunya,” tutur Gracia.

Bisnis nugget ini mulai dirintis oleh Gracia sejak tahun 2011. Gracia mengaku, awalnya ia hanya sekedar iseng membuat produk makanan sendiri yang punya mutu lebih sehat dibandingkan dengan makanan kemasan lainnya yang beredar di pasaran. Akhirnya, Gracia pun meminta ibunya untuk mengajarinya membuat makanan yang lezat nan sehat.

hiratake-chees-nugget

Awalnya, Gracia hanya menjalankan bisnis nugget ini sebagai usaha sampingan saja, lantaran ia masih berstatus sebagai seorang karyawan pada saat itu. konsumennya pun hanya dari keluarga dan rekan-rekannya saja. Akan tetapi, setelah berumah tangga, Gracia akhirnya memutuskan untuk lebih fokus menekuni bisnis ini.

Pada awal tahun 2015 lalu, Gracia pun mengembangan bisnis nuggetnya dengan lebih serius, yakni dengan menambah kuantitas produksi dari nugget Hiratake ini. Hingga kini, Gracia mempekerjakan 13 orang karyawan untuk memproduksi nugget buatannya.
Setiap bulannya, Gracia memproduksi 6 ton dengan meraup omzet sebesar Rp 100 juta. Awalnya, bisnis nugget ini hanya dipasarkan di daerah Jabodetabek dan konsumennya sebagian besar adalah orang-orang yang sudah dikenal.

Namun saat ini, Gracia telah menjalin kerjasama dengan sejumlah distributor yang tidak hanya berada di Jabodetabek, melainkan juga di luar pulau Jawa, seperti Belitung dan Pontianak. Tak hanya itu saja, Gracia pun berencana untuk mengekspor nugget jamur Hiratakenya ke Singapur. Gracia mengaku, saat ini ia telah mendapatkan jalur di Singapura dan targetnya adalah dalam 2 bulan rencana tersebut sudah mulai tercapai. Bahkan, beberapa distributor dari bisnis nugget ini sudah mengalokasikan produknya ke Malaysia.

Sama halnya dengan jenis usaha lainnya, Gracia mengaku, bisnis nugget yang dirintisnya ini tak selalu berjalan sesuai harapan dan ada saja kendala yang dihadapinya. Salah satunya adalah pemberian edukas kepada para pelanggan serta distributornya.

“Sebenarnya, nugget jamur ini dapat disimpan sampai 6 bulan meski tidak menggunakan bahan pengawet. Akan tetapi, tempat dan cara menyimpannya haruslah tepat. Jika disimpan di dalam freezer, nugget ini bisa bertahan lama. Namun kalau tidak disimpan dalam freezer, tidak akan bertahan lama,” bebernya.

Gracia mengaku, ia pernah mendapatkan konsumen yang komplain lantaran rasa nugget yang dibelinya terasa asam. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas nuggetnya tidak lagi dalam kondisi layak untuk dikonsumsi.

Menurut Gracia, memberikan edukasi kepada konsumen adalah tantangan terbesar dalam menjalani usaha nugget ini. Namun ia menyakini bahwa hal itu dapat dilakukannya guna mengembangkan bisnisnya serta menerapkan pola hidup yang sehat dengan nugget sehat yang diproduksinya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button