yandex
Bisnis

Cokelat Kocok, Bisnis Minuman Yang Janjikan Peluang Besar

Antusias masyarakat terhadap bisnis minuman memang tidak pernah padam. Pasalnya, laba yang cukup menggiurkan ini menjadikan banyak pebisnis yang meminati peluang usaha minuman ini. Sama halnya dengan makanan, potensi yang dimiliki dari usaha minuman ini sangatlah besar apabila dibarengi dengan inovasi dan kreatifitas yang tinggi.

Menariknya potensi inilah yang menjadikan seorang pemuda bernama Didik Dika Prasetya untuk menggeluti bisnis minuman dengan mengusung nama Cokelat Kocok. Meski pesaing dari jenis usaha ini sudah semakin menjamur, tapinya hal itu tak lantas membenamkan semangat pria yang akrab disapa Dika untuk terus mengembangkan usahanya itu.

Dika mulai menggeluti bisnis minuman ini sejak akhir tahun 2011 dan saat ini, ia sudah sukses meraup omzet yang besarnya 25 hingga 60 juta setiap bulannya. Usaha Cokelat Kocok ini mulai dirintisnya berkat kecintaannya pada minuman kopi dan cokelat. Alhasil, dari hobinya itu Dika akhirnya menjatuhkan pilihan untuk menekuni bisnis minuman cokelat.

Di awal usahanya ini, Dika menarik beberapa investor hingga ia mampu mengumpulkan modal awal belasan juta. Tapinya, Dika tidak hanya mengandalkan modal uang saja, ia pun melengkapinya dengan keterampilan, pengalaman, ilmu, serta materi tentang minuman itu sendiri.

Dalam bisnis minuman Cokelat Kocok ini, Dika menghadirkan 8 ragam rasa yang terdiri dari choco creamy, choco cappuccino, white choco, double chocolate, choco original, choco oreo, choco caramel, dan coko monster. Pilihan toppingnya pun sangat beragam, yakni grape, banana, fruit, kress, meises, rainbow chip, mango, orange, almond, wafer stick, cheese, dan choco chip.

Dalam proses mengembangkan usahanya ini, Dika tak terluput dari masalah dan tantangan. Meskipun mempunyai kecintaan yang besar di bidang minuman, saat itu Dika sempat merasa ragu untuk menggeluti usahanya itu.

Akhirnya, di tahun 2012, Dika memutuskan untuk merealisasikan sistem franchise minuman Cokelat Kocok. Sejak awal sistem tersebut dijalankan, sampai kini Dika telah mempunyai 20 mitra yang terbagi di beberapa kota, yakni Tanggerang, Surabaya, Bandung, Malang, dan Jakarta.

Untuk paket investasinya sendiri, Dika menawarkan tiga paket investasi, yakni paket costumize sebesar Rp 1,5 juta tanpa dimodali dengan booth, paket A senilai 4 juta yang telah dilengkapi dengan booth kecil, dan ada pula paket B yang besar investasinya 4,5 juta dengan disertai booth berukuran besar.

Bagi mitra yang memilih paket investasi A dan B, selain dibekali booth, setiap mitranya juga akan memperoleh fasilitas pendukung lainnya seperti cool box, dispenser, sikat botol, x-banner, bahan baku cokelat kocok 100 sachet, seragam karyawan, daftar menu, alat shaker, blender, gelas plastic untuk mengukur air, toples, 100 gelas plastic, serta SOP.

Sementara untuk paket costumizenya, setiap mitranya akan memperoleh fasilitas yang lebih sedikit, yakni 60 sachet cokelat,, 60 gelas plastic, banner promosi, dispenser, alat shaker, dan juga x-banner.

Dalam sistem kemitraan ini, setiap mitranya bisa meraup omzet sebesar Rp 8 juta setiap bulannya dengan perkiraan penjualan sebanyak 60 cup per harinya. Untuk harga jualnya sendiri, Cokelat Kocok dibanderol seharga Rp 6.000 per cup.

Untuk target perhitungan keuntungan bersihnya diperkirakan sebesar Rp 2 hingga 3 jutaan tiap bulannya. Apabila omzet tersebut dapat tercapai, setiap mitra bisa mengalami break event point dalam dua hingga tiga bulan.

Dalam sistem kerjasama ini, pihak pusat tidak meminta royalti fee. Setiap mitra hanya diharuskan untuk membeli bahan baku yang terdiri dari gelas plastic dan sachet cokelat. Sementara untuk toppingnya sendiri, setiap mitra dibebaskan untuk mendapatkannya dari luar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button