Ducati memang baru saja mengambil satu keputusan penting dengan mendatangkan Jorge Lorenzo dari Movistar Yamaha. Dengan kehadiran Lorenzo, mulai musim 2017, bos Ducati Gigi Dall’Igna mengatakan timnya tidak memiliki alasan untuk tak juara.

Ducati nampaknya benar-benar berambisi kembali merebut gelar juara dunia MotoGP. Maklum, hingga kini belum ada pembalap yang mampu menyamai prestasi Casey Stoner yang membawa Ducati ke puncak kejayaan di musim 2007.

Ducati sempat mencoba peruntungan dengan datangkan Valentino Rossi dari Yamaha pada 2011 lampau. Namun, skenario yang mereka lakukan tak berjalan mulus. Bersama The Doctor, Ducati masih tetap tak mampu meraih gelar juara.

Musim 2011 silam, duet Rossi dan Nicky Hayden hanya membawa Ducati ke posisi ketiga di klasemen konstruktor. Semusim kemudian, hanya posisi ketiga yang kembali diamankan Ducati. Prestasi serupa juga diukir Ducati di musim 2013, 2014, dan 2015.

Karenanya, mereka pun melakukan gebrakan fantastis dengan mendatangkan Lorenzo, juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015. Kehadiran Lorenzo membuat Dall’Igna mewajibkan timnya untuk mengantongi gelar juara.

“Status juara janganlah jadikan sebuah keraguan. Seseorang yang punyai performa seperti Lorenzo membuat kami tak memiliki alasan. Anda tidak boleh tak memenangi gelar juara dunia,” pungkasnya.

Ducati memang sudah cukup menghabiskan uang terlalu banyak untuk mendaratkan Lorenzo. Sport, Ducati menjadikan Lorenzo sebagai pembalap termahal di dunia. Ia akan mendapatkan bayaran hingga 25 juta euro untuk kontrak selama 2 musim. Itu setara dengan Rp 372 miliar.

Jumlah itu jauh melampui angka yang didapat Rossi dan Marquez. Kabarnya, kedua pembalap itu hanya mendapatkan US$ 10 juta per tahunnya. Di Yamaha, Lorenzo sendiri hanya meraup upah US$ 6,5 juta per tahun.

“Kami di sini untuk mencoba menjadi menang. Kami tak ingin alasan apa pun. Saya pikir Lorenzo akan menjadi orang yang tepat untuk menunjukkan hal itu,” tegas Dall’Igna.