La Liga Spanyol – Fans Barcelona mungkin saat ini sedang merasakan kekecewaan setelah tim favoritnya kalah telak 0-4 di kandang Paris Saint Germain. Barcelona hanya sukses menang 2-1 menghadapi tim papan bawah CD Leganes. Itu pun melalui titik putih yang terjadi karena keberuntungan.


Sang eksekutor titik putih, Messi, tidak terlihat senang. Maklum, ia termasuk pemain yang paling banyak mendapat komentar pedas ketika kalah telak kontra PSG. Biasanya, pemain bintang tentu menjadi pusat perhatian ketika hasil pertandingan berakhir dengan tidak memuaskan. Messi sudah terbiasa akan hal itu baik di Blaugrana maupun ketika memperkuat timnas Argentina.

Bagian menyedihkannya bagi pendukung El Barca adalah fakta menarik bahwa ketika menghadapi CD Leganes hanya ada 1 pemain asal Spanyol di line up Blaugrana. Dalam 118 tahun sejarah kesebelasan asal Catalan ini baru kali ini hanya satu pemain Spanyol yang mengisi line up. Fakta menyedihkan ini terkait jarangnya La Masia menawarkan talenta muda ke tim senior. Luis Enrique sesungguhnya sering kali memberikan peluang kepada pemain belia dari akademi sendiri.

Tercatat 12 pemain La Masia telah diberikan kesempatan oleh Enrique semenjak ia menakhodai Blaugrama. Tapi sayang, tidak satupun diantara pemain-pemain belia itu yang sukses lolos ke tim int. Bandingkan keadaan memprihatikan ini dengan jaman emas di era Pep Guardiola, kala itu pernah ada 11 pemain di line up El Barca yang semuanya merupakan lulusan La Masia.

Kurangnya potensi pemain La Masia saat ini tentu mengeluarkan misteri tersendiri. Mencetak pemain berpotensi bagus seperti Messi, Xavi, ataupun Iniesta, tidak dapat dilakukan secara terus menerus. Sebuah akademi, bahkan akademi berkualitas super seperti La Masia sekalipun, bukanlah pabrik yang memiliki “wadah” sehingga sanggup menghasilkan pemain berpotensi luar biasa secara berkesinambungan.

Dengan kata lain, dibutuhkan talenta yang luar biasa sekaligus pembinaan yang juga luar biasa demi memperoleh hasil akhir berupa pemain yang berkualitas layaknya La Pulga dan kawan-kawan. Karena itu bukanlah hal yang bijak bila tergesa-gesa menduga bahwa ada yang tidak beres di internal La Masia.

Mungkin talenta yang dimiliki pemain binaan La Masia memang tidak secemerlang generasi emas Xavi dan kawan-kawan. Dengan adanya komentar buruk ke arah La Masia saat ini, beberapa pihak berharap scout La Masia akan semakin tertantang mencari talenta-talenta luar biasa di masa yang akan datang.

Situasi Blaugrana memang sedang dalam keadaan yang baik saat ini. Sebagai kesebelasan yang telah banyak mengoleksi gelar bukalah hal yang memuaskan berada 1 poin di bawah rival abadi Real Madrid yang masih mempunyai 1 pertandingan penundaan.

Disamping itu El Barca pun terancam kandas dari kompetisi Liga Champions. Untuk pertama kalinya dalam satu dasawarsa terakhir Barcelona terancam tidak lolos ke perempat final Liga Champions. Berbagai media bahkan telah merumorkan kemungkinan tentang suksesor Enrique.

Juru taktik Everton, Ronald Koeman, digadang-gadang sebagai calon suksesor Enrique. Namun, terlalu cepat untuk berspekulasi. Memang situasi saat ini kurang berpihak pada Enrique, tapi jika ada tim di jagat raya ini yang mampu membalikkan keadaan yang kurang memuaskan ini, tim itu adalah Barcelona.