Memang, potensi yang dimiliki seseorang kerap membawa mereka kepada kesuksesan. Hal inilah yang dibuktikan Wynda Mardio yang berhasil menggeluti bisnis resto yang mengusung nama Steak Hotel by Holycow.

Keberhasilan yang dicapai Wynda sebenarnya bisa dikatakan begitu membanggakan, lantaran hanya dalam waktu 6 tahun, wanita yang merupakan jebolan Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini telah memiliki 3 resto yang terletak di Radio Dalam, Jl. Sabang, Jakarta, dan Kemang.

Sebelum mulai menggeluti bisnis resto Holycow ini, Wynda berprofesi sebagai seorang produser di ANTV selama 10 tahun. Selepas itu, Wynda memutuskan untuk membuka usaha sendiri, yakni di bidang kuliner. Hal ini didasari oleh adanya tuntutan dari keluarga dan anak-anaknya yang selalu memprotesnya jika tidak ada waktu sang ibu untuk mereka.

Setelah melakukan perbincangan dengan suaminya, Wynda pun semakin mantap untuk memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mulai menggeluti usaha sendiri. Dengan bermodalkan uang pesangon, Wynda pun akhirnya mulai membuka warung steak tersebut dengan mengadopsi konsep resto.

Dalam bisnis resto yang digelutinya ini, Wynda menawarkan menu steak yang paling diminati olehnya dan sang suami. Lantaran tidak semua masyarakat dapat menikmatinya karena harganya tinggi, hal inilah yang mendasari Wynda untuk membuka warung steak.

Wynda resmi mendirikan bisnis resto Holycownya pada tahun 2010 lalu yang berlokasi di kawasan Radio Dalam. Untuk membuka resto tersebut, Wynda harus merogoh kocek sebesar Rp 50 juta. Meski tergolong besar, tapinya berkat kerja kerasnya, Wynda pun akhirnya mampu memperoleh balik modal hanya dalam waktu beberapa bulan saja.

Meski di hari pertama membuka resto tersebut hanya datang satu pelanggan, namun di hari berikutnya banyak pengunjung yang berdatangan. Karena bisnis resto Holycownya semakin berkembang, Wynda pun memutuskan untuk kembali menyewa tempat. Alhasil, ia pun menyewa ruko yang dirancang dengan mengusung konsep Eco Green Building.

Saat ini, menu steak yang ditawarkan dari bisnis resto Holycow milik Wynda sudah mulai beragam. Diantaranya seperti Wagyu Sirloin, Burger Wagyu, Tenderloin Wagyu, Sirloin Wagyu, Holysteak Part 2 – 400 gram, Bergyu Steak, Buddy’s Special Steak, Rib Eye Wagyu, T-Bone Wagyu, dan Holysteak Part 1 – 350 gram. Untuk harganya sendiri, setiap menu steak yang disajikannya berkisar di angka Rp 50 sampai 250 ribu.

Demi menjaga keunikan serta kualitas dari beragam menu steaknya, Wynda pun melakukan standarisasi rasa yang bervariasi pada menu steaknya. Untuk itu, Wynda meracik sendiri menu standarnya dan kemudian dilanjutkan proses membumbui dan pemanggangannya.

Untuk dagingnya sendiri, Wynda memilih untuk mendatangkannya dari Australia. Beranjak ke tahun 2012, menu steak yang disajikan dalam resto Holycow semakin lengkap, dengan menghadirkan menu baru yang khusus untuk membidik kalangan anak-anak, yakni Kids Menu.

Guna mengoptimalkan bisnis restonya itu, Wynda pun menyediakan layanan pesan antar bagi para pelanggannya. Walaupun jangkauan wilayahnya terbatas, tapinya ia mampu mengoptimalkan upaya tersebut.

Dari semua hal yang dilakukan Wynda untuk mengembangkan bisnis restonya itu pun terbilang berhasil. Per harinya, Steak Hotel by Holycow mampu melayani 150 hingga 400 pelanggan dan mempekerjakan sekitar 100 karyawan.

Dalam menggeluti bisnis resto ini, Wynda mengaku kerap menemukan tantangan dalam hal pasokan daging dan karyawannya. Wynda seringkali mendapati pasokan dagingnya terhambar di Tanjung Priok, sementara usahanya itu tidak selalu memiliki cadangan daging. Apabila terjadi hal demikian, Wynda pun mencari daging ke distributor lainnya sehingga harganya lebih mahal.