yandex
Bisnis

Bisnis Obat Herbal Mahkota Dewa Hasilkan Omzet 250 Juta/Bulan

Di Indonesia, ekstrak mahkota dewa dikenal sebagai produk obat herbal yang mujarab untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Akan tetapi, sangat sedikit masyarakat yang jeli melihatnya sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Berbeda dengan Ning Harmanto yang sukses mengembangkan bisnis obat herbal berkat kreatifitas dan inovasinya dalam memanfaatkan ekstrak buah mahkota dewa ini menjadi obat herbal alami yang mudah diterima di kalangan masyarakat.

Ide bisnis itu berawal dari keinginannya untuk menyembuhkan ibundanya yang saat itu sedang mengalami penyakit komplikasi. “Selama mengasup jamu dari mahkota dewa, keadaan ibuku semakin membaik dan mampu bertahan hidup selama 3 tahun dan pada akhirnya beliau menutup usianya saat berumur 80 tahun,” ujar Ning.

Dari pengalamannya meracik jamu, Ning mengajak rekan-rekannya untuk mendirikan komunitas yang diberi nama Kelompok Wanita Tani Bunga Lili. Di dalam komunitas tersebut, mereka melakukan beragam kegiatan seperti menanam, meracik, sampai mengemasnya sebagai produk herbal yang dapat diterima di kalangan masyarakat.

Setelah sukses membantu keluarga dan orang-orang terdekatnya, komunitas ini mendirikan sebuah klik bernama Klinik Mahkota Dewa atau Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto sejak tahun 2002 lalu. Namun saat ini, Ning mengganti nama kliniknya itu dengan nama Griya Sehat Mahkota Dewa dengan harapan banyak masyarakat yang terbantu dengan obat herbal produksinya itu.

Ning semakin serius untuk menggeluti bisnis obat herbal ini. Hal ini dibuktikannya dengan mendirikan PT Mahkota Dewa Indonesia, tepatnya pada 3 Januari 2003 lalu. Dalam merintis usahanya tersebut, Ning mempekerjakan 10 orang karyawan dengan modal usaha yang berasal dari tabungannya selama merintis klinik dan ditambah dengan dana pinjamannya dari bank.

Obat herbal mahkota dewa

Tidak pernah puas dengan apa yang didapatnya, Ning pun terus mengembangkan bisnis obat herbalnya dengan menambah kualitas produksi usahanya. Saat ini, klinik miliknya itu sudah dilengkapi dengan sejumlah peralatan kesehatan yang sederhana dan menghadirkan seorang dokter.

Sebelum kliniknya itu berbentuk PT, Ning memberikan konsultasi secara gratis kepada para pasien yang datang dan mereka hanya dikenakan biaya untuk produk herbal yang dianjurkan saja. Tak sampai disitu, demi menjaga khasiat dan meningkatkan kualitas produk dari bisnis obat herbalnya itu, PT Mahkota Dewa Indonesia melakukan penelitian ilmiah dengan menggandeng dokter, studi Biofarmaka, dan peneliti.

Hasil dari ketekunannya itu pun terbayar dengan sertifikat internasional GMP (Good Manufacturing Product) yang didapatkannya karena kegiatan produksi yang dilakukan Ning dalam merintis bisnis obat herbal itu sudah memenuhi standar internasional.

Saat ini, produk obat herbal produknya semakin dikenal oleh masyarakat secara luas. Informasi terkait manfaat Mahkota Dewa yang diraciknya itu kian menyebar. Sampai-sampai banyak orang yang tertarik untuk menjadi reseller di sejumlah daerah di Indonesia.

Berkat ketekunannya dalam merintis bisnis obat herbal, saat ini usahanya itu semakin berkembang dan Ning telah mempekerjakan 60 orang karyawan. Ning menilai, peluang bisnis obat herbal ini sangat menjanjikan untuk dijalani. “Setiap bulannya, kami bisa menjual 2.000 botol dengan omzet berkisar Rp 250 juta sampai Rp 300 juta. Bahkan saat ini, produk yang kami buat sudah sampai ke negara-negara di Eropa dan Asia,” Jelas Ning.

Meski mendulang kesuksesan dari bisnis obat herbalnya itu, Ning tetap rendah hati. Menurutnya, keberhasilan yang diraihnya adalah berkat dukungan yang diberikan oleh suaminya, Harmanto yang sukarela untuk melepaskan jabatannya sebagai Senior manajer di Astra Graphia hanya untuk membantu Ning merintis usahanya itu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button