Setelah sempat jatuh bangun dalam menggeluti usaha yang sudah berjalan selama 4 tahun, tak menjadikan Fraga Tanansyah menyerah. Keterpurukannya dalam menekuni sebuah usaha, menjadikan pria berusia 24 tahun ini bangkit dengan beragam invovasi dan kreasinya melalui bisnis mie ayam yang mengusung nama Mie Ayam Sabuke.

Sejak tamat dari pendidikannya di jurusan teknik telekomunikasi, Fraga memang sudah bercita-cita menjadi seorang pengusaha, bukan jadi karyawan di sebuah perusahaan. “Memang sejak awal, saya ingin menjadi pengusaha daripada jadi karyawan. Rasanya lebih asyik,” tutur Fraga.

Awalnya, ide bisnis mie ayam ini tercetus dari sebagian besar keluarganya yang merupakan pecinta mie ayam. Dari situlah, akhirnya Fraga memutuskan untuk menggeluti usaha mie ayam dengan melahirkan inovasi baru agar bisa bersaing di tengah semakin sengitnya persaingan yang ada.

Setelah tercetus ide tersebut, Fraga pun lantas mencari-cari informasi terkait cara membuat mie ayam di buku-buku resep dan juga di internet. Setelah mengetahui caranya, Fraga pun mempraktekannya untuk mendapatkan resep mie ayam yang enak dan berbeda dari yang lainnya.

Setelah 4 bulan meracik mie ayam yang enak, akhirnya Fraga pun mendapatkan resep mie ayam yang nikmat dan lezat. Hingga akhirnya terlahirlah Mie Ayam Sabuke. Mie ayam yang dibuat oleh Fraga ini dicampurkan dengan keju, sayur, dan juga buah. Uniknya, mie ayam Sabuke ini menyajikan beragam rasa yang bervariatif, seperti cokelat, strawberi, bayam, kopi, wortel, buah naga, dan lain sebagainya.

mie-ayam-sabuke

“Saya ingin menciptakan produk mie ayam yang berbeda dari bisnis mie ayam lainnya. Mie ayam ini rasanya enak, tidak menggunakan pewarna, bahan pengawet. Bahan dasar pembuatan mie ayam ini sepenuhnya dari bahan organik,” bebernya.

Modal usaha mie ayam Sabuke ini sekitar Rp 5 juta yang Fraga dapatkan dari tabungan dan sedikit bantuan dari kedua orang tuanya. Awalnya, Fraga menyewa sebuah toko di kawasan Bekasi dan berjualan mie ayam hanya dengan mengandalkan bahan dasar bayam dan original. Namun saat ini, Mie Sabuke telah menyajikan varian rasa yang inovatif.

Bisnis mie ayam dengan brand Mie Ayam Sabuke ini rupanya diresponi dengan begitu antusias oleh masyarakat. Bahkan sejauh ini, penjualannya semakin melonjak bahkan Fraga mampu meraup omzet yang besarnya mencapai Rp 30 juta sampai 40 juta setiap bulannya.

Kini, Fraga semakin bersemangat untuk memperluas dan mengembangan bisnis mie ayamnya itu. Salah satunya dengan membuka gerai Mie Ayam Sabuke di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.

Di awal menggeluti bisnis mie ayamnya, Fraga menjual produknya dalam beberapa event seperti bazar, festival, pameran, dan lain sebagainya. ia pun gencar melakukan promosi melalui sejumlah media sosial serta website.

Pada saat itu, Fraga hanya mampu meraup omzet sebesar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta saja per harinya. Sementara event tersebut hanya berjalan selama satu minggu saja. Melihat kondisi tersebut, Fraga akhirnya memutuskan untuk menghadirkan produk baru, yakni Kentang Mustofa. Produk baru tersebut dihadirkan sebagai pelengkap dari mie ayam yang disajikannya. Walaupun belum terlalu besar, tapinya usaha tersebut cukup untuk memberikan tambahan pernghasilan per bulannya.

Kedepannya, Fraga memiliki rencana untuk membeli kendaraan yang dikhususkan untuk berjualan mie ayam. Menurut Fraga, hal tersebut merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien untuk lebih mengembangan bisnis mie ayamnya itu. Dalam metode penjualan tersebut, Fraga akan memfokuskan usahanya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Perjalanan dalam bisnis mie ayamnya ini sangat berarti untuk Fraga dan memberikan pelajaran yang luas biasa. Fraga berpendapat bahwa sebelum mengambil keputusan, sebaiknya didasari dengan referensi yang lengkap dan juga matang.