yandex
Bisnis

Bisnis Kopi Luwak “Kimmy Omah Kopi” Yang Menjanjikan

Bisnis kopi bisa dibilang menjadi salah satu jenis usaha yang menjanjikan dan tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, mengingat banyak sekali pecinta kopi di Indonesia. Peluang ini usaha ini sukses dimanfaatkan oleh Imam Mukhlisin, seorang petani dari Desa Telemung, Banyuwangi yang mengolah dan memasarkan kopinya melalui media sosial.

Imam mengaku, ia mulai menjual kopi online ini sejak Agustus 2012 dengan menawarkan beragam jenis kopi seperti robusta, excels, dan Arabica dengan mengusung brand Kimmy Omah Kopi, dimana nama ini diambil dari binatang luwak yang dipeliharanya sendiri.

Dalam menjalankan bisnis kopi luwak ini, Imam mengaku jika ia menggunakan bahan kopi yang diperolehnya dari warga yang menyetorkan kopi luwak basah. Imam membelinya dengan banderol Rp 40.000 sampai Rp 50.000/kg.

Harga kopi luwak yang dijual Imam berkisar mulai dari Rp 75.000 sampai Rp 200.000/ons. Selain kopi luwak, ia juga menjual kopi lanang yang dibanderol seharga Rp 15.000/ons. Saat ini, bisnis kopi luwaknya sudah dipasarkan melalui online dan bisa juga ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh dan café.

Imam mengaku jika ia sengaja memasarkan kopi luwak produksinya lewat sejumlah toko online dan media sosial. Pesanan yang berdatangan tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, Imam pun pernah menerima pesanan sebanyak 10 kg kopi untuk didistribusikan ke Amerika. Untuk omzetnya sendiri, Imam mengaku jika penghasilan yang didapat tidak menentu, paling sedikit Rp 400.000 sampai Rp 500.000 setiap minggunya.

Kimmy Omah Kopi

Selain menjalankan bisnis kopi luwak, Imam beserta keluarganya membuka sebuah homestay dirumahnya yang dikelilingi dengan kebun kopi yang luasnya 2 hektar. Homestay ini dibuka sejak tahun 2015 karena adanya permintaan para tamu maupun turis yang ingin tahu tentang jenis-jenis kopi luwak yang ada di daerahnya.

Namun saat ini Imam baru menyediakan satu kamar di rumahnya. Meski demikian, lantaran dipasarkan lewat media sosial, kini sudah banyak turis asing yang menjadi pengunjungnya. “Sebagian besar tamu yang datang penasaran dengan kopi luak. Waktu itu sempat ada turis dari Asia, Eropa, dan Jerman ,” imbuh Imam.

Dalam merintis bisnis kopi luwak ini, Imam juga menawarkan paket wisata field trip untuk berkunjung dan berkeliling ke desanya. Ia pun mempromosikan kopi luwak buatannya mulai dari cara menggiling biji kopinya sampai proses penyeduhan kopi.

Untuk promosinya sendiri, Imam merekrut beberapa agen wisata yang berasal dari Bali, Bayuwangi, dan Malang. Menurutnya, bulan Juli sampai Desember merupakan musim teramai dikunjungi para turis. Kimmy Omah Kopi mendapatkan apresiasi dan rencananya bakal dijadikan sebagai proyek percontohan untuk pengembangan Industri Kecil Mengengah di desanya.

Komang Dedi, selaku Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan menuturkan bahwa kedepannya, produk dari bisnis kopi luwak yang dibuat Imam bakal diintegrasikan dengan pengembangan kawasan wisata di daerahnya.

Komang juga mendukung agar produk kopi luwak tersebut dapat dipasarkan ke situs Bayuwangimall. Ia mengaku, jika pihaknya akan terus memberikan fasilitas supaya produk kopi luwaknya bisa dipasarkan secara luas. “Kami akan memfasilitasi usaha ini, sebab dari sisi kemasannya yang masih kurang, kita berikan masukan. Saat ini kita sudah melakukan komunikasi guna mendapatkan izinnya sehingga pantas dipasarkan secara umum,” paparnya.

Komang juga menyatakan bahwa sampai saat ini, Disperindagtam Banyuwangi akan terus memberikan pelatihan khusus untuk para IKM dalam rangka menguatkan daya saing produknya. Ia pun memberikan apresiasi kepada Imam yang telah memanfaatkan bisnis kopi luwak untuk mengolah potensi pariwisata yang ada di desanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button