yandex
Bisnis

Bisnis Kebab Baba Rafi Kian Menjamur di Indonesia

Kebab merupakan salah satu kudapan khas Timur Tengah yang saat ini dikenal sebagai makanan favorit masyarakat di Indonesia. Bahkan camilan yang satu ini sudah semakin mudah dijumpai di berbagai wilayah di Tanah Air. Namun tak ada yang menyangka jika hanya dengan berbisnis kebab, Hendy Setiono mampu meraup omzet miliaran rupiah.

Hendy Setiono, pendiri yang juga sebagai Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia kini sukses mengembangkan usaha kebabnya yang dibuktikan dengan semakin menjamurnya kebab merek Baba Rafi di Indonesia.

“Sampai saat ini, kami telah mempunyai 1200 outlet lebih yang tersebar di seluruh Tanah Air. Outlet yang kami dirikan di Jabodetabek sendiri sudah terdapat 200 dan di Pulau Jawa, sudah ada 60 persen dari jumlah outlet yang kami miliki,” beber Hendy.

Bisnis kebab yang ditekuni Hendy ini rupanya punya kisah yang cukup panjang. Usaha ini bermula sejak ia berkunjung ke Qatar untuk menemui ayahnya yang memang bekerja di sebuah perusahaan minyak di Qatar. Saat itu, Hendy mencicipi beragam kuliner yang ada disana dan ia pun lantas menyukai makanan kebab yang juga menjadi makanan favorit disana.

Saat itu, belum ada pelaku usaha yang menekuni bisnis kebab di Indonesia. Hendy pun langsung berpikiran untuk merintis usaha makanan kebab di Tanah Air dengan meyakini bahwa peluang usaha kebab akan sangat menjanjikan. Awalnya, niat itu pun sempat ditentang oleh orang tuanya yang mengharapkan puteranya menjadi seorang sarjana.

Akan tetapi, berkat tekad dan kesungguhannya, Hendy pun akhirnya meminjam modal kepada adiknya sebesar 4 juta. Dibantu oleh istri dan rekannya, ia pun memulai untuk merintis bisnis kebab di daerah Nginden Semolo, Surabaya. Saat itu mereka berjualan hanya menggunakan gerobak yang kurang layak untuk digunakan.

Sejumlah tantangan dan rintangan yang menghadangnya, tak lantas menjadikannya putus asa maupun menyerah. Agar bisnis berkembang, Hendy pun menerapkan kunci bisnis yang disebutnya sebagai LETAM, yakni Lihat, evaluasi peluang, tiru, amati, dan modofikasi.

Pada tahun 2005, Hendy dan istrinya pun mulai menerapkan konsep franchise kebab dengan brand Kebab Turki Baba Rafi. Ketika itu, ia baru hanya mampu mendirikan 29 outlet. Ia pun memindahkan kantor pusatnya yang awalnya di Surabaya menjadi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Kantor tersebut dijadikan sebagai pusat untuk memproduksi bahan-bahan pembuatan kebab yang nantinya bakal disuplai ke sejumlah outletnya.

Seiring berjalannya waktu, saat ini bisnis kebab yang dirintis Hendy sudah tersedia di 9 negara selain di Indonesia, yakni Singapura, Brunei Darussalam, Cina, Bangladesh, Malaysia, Fillipina, Sri Lanka, dan juga Belanda.

“Harapan saya saat ini adalah membuat produk kebab ini sebagai makanan asal Indonesia yang mendunia. Target saya dalam 5 tahun ke depan ini adalah bisa menghadirkan kebab di 20 negara. Sejauh ini, bisnis kebab dari negara asalnya belum dikelola dengan sistem franchise,” ungkap Hendy.

Kian pesatnya perkembangan bisnis melalui digital tidak terluput dari Hendy. Hal inilah yang menjadikan Kebab Turki Baba Rafi dapat dipesan lewat Bukalapak, Tokopedia, dan Lazada. Menurut Hendy, melalui pemesanan secara online ini, konsumen tak lagi harus mengunjungi outletnya untuk bisa menikmati produknya.

Dengan kepercayaan yang besar, Hendy punya target untuk 5 tahun ke depan, yankni mampu membuka 3000 outlet yang menyebar di seluruh kawasan Indonesia. “Sejak awal dirintisnya bisnis kebab ini, kami menjalaninya seba pas-pasan. Namun kami beryukur saat ini sudah bisa memiliki usaha kecil yang menghasilkan keuntungan miliaran,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button