Salah satu jenis usaha yang mampu hasilkan keuntungan besar dengan potensi pertumbuhan yang tinggi adalah bisnis catering. Peluang usaha catering yang dijanjikan juga sangat menggiurkan mengingat kuliner merupakan kebutuhan setiap orang.

Pemilihan makanan yang sehat dan nikmat menjadi hal wajib yang harus dilakukan semua orang untuk menunjang kebugaran tubuh dalam menjalani beragam aktivitas setiap harinya. Peluang ini dimanfaatkan oleh seorang wanita bernama Cynthia Tenggara yang menekuni usaha catering berbasis online, yakni Berry Kitchen. Dalam usahanya tersebut, ia menawarkan menu sarapan, makan siang hingga sarapan.

Mengawali usahanya dengan niat hanya coba-coba, kini bisnis catering yang telah digelutinya selama 4 tahun itu sudah semakin sukses. Berry Kitchen telah didirikan sejak tahun 2012. Ketika itu, Cynthia masih berprofesi sebagai seorang pegawai di salah satu perusahaan besar. Saat makan siang, ia selalu mendapatkan jatah makan siang.

Namun setiap diberikan jatah makan siang, makanan tersebut selalu tak pernah dimakannya. Cynthia mengaku jika dirinya termasuk tipe orang yang pemilih dalam hal makan. Merasakan ketidakpuasan atas hal tersebut, akhirnya munculah pemikiran untuk menggeluti usaha catering dengan mengandalkan sistem pemasaran secara online, dimana konsumennya dapat menentukan sendiri menu makan siangnya.

Cynthia berpendapat, bisnis berbasis online di Indonesia punya pengaruh yang besar dan miliki peluang yang bagus sebagai upaya untuk mengembangan usaha. Tidak hanya itu, usaha kuliner juga tak akan pernah ada matinya. Apalagi di kota besar seperti Jakarta, bisnis kuliner semakin berjamuran.

bisnis-catering

Ketika memutuskan untuk menggeluti usaha catering Berry Kitchen ini, Cynthia mengaku tidak memiliki basic khusus. Pengetahuannya dalam mengelolah sebuah usaha didapatinya dari suaminya, Ferry Tenka. Bahkan untuk memulainya, Cynthia membutuhkan waktu kurang lebih selama 3 bulan dari tahap persiapan sampai ke riset pasarnya.

Untuk mempromosikan Berry Kitchen, Cynthia gencar melakukan pemasaran melalui online, pemberian tester, dan pemasaran dari mulut ke mulut. Konsep yang diusung usaha catering milik Cynthia juga sangat uni, sehingga banyak media yang meliput usaha ini.

Dalam usaha cateringnya, Berry Kitchen menawarkan beragam menu dengan harga yang bervariasi, yakni mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 70 ribu untuk setiap porsinya. Harganya tergantung dengan produk yang dipilih konsumennya.

Salah satu keistimewaan yang dimiliki Berry Kitchen adalah ditawarkannya 15 variasi menu baru yang dihadirkan setiap harinya. Setiap konsumen yang tertarik untuk membelinya juga dapat memilih sendiri menu makanan yang diinginkan ketika proses pemesanan. Tidak hanya itu, pengiriman juga dapat dilakukan secara ontime tanpa adanya biaya dan minimal pembelian.

Dalam mengolah beragam menu dari usaha cateringnya itu, Cynthia selalu mengutamakan kebersihan dari bahan bakunya, produk, maupun tempat pengolahannya guna menghasilkan makanan yang sehat dan terjamin mutunya.

Berry Kitchen tidak hanya menawarkan menu untuk makan pagi, siang, dan malam saja, melainkan juga menyediakan menu bento. Untuk menu bentonya, konsumen dapat melakukan pemesanan mulai hari Senin sampai Sabtu dari pukul 9 pagi hingga 8 malam. Menariknya, biaya pengiriman yang akan dikenakan kepada konsumen berlaku jika memesannya mencapai Rp 100 ribu.

Selama menggeluti usaha catering in, Cynthia mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah didapatinya. Meski demikian, ia pun kerap mengalami kesulitan dalam menjalaninya. “Bisnis ini punya konsep yang unik dan belum ada jenis usaha seperti ini sebelumnya. Oleh karena itu, saya harus melakukannya secara trial dan error sendiri. Hal itu sangat menyulitkan,” tuturnya.