Kelolosan Manchester United kesemifinal setidaknya telah memuaskan sang manajer Louis van Gaal. Apalagi kalau bukan soal masa depannya yang sepanjang musim ini terus dispekulasikan menyusul buruknya performa tim.

Musim keduanya selaku manajer United boleh dibilang jadi musim yang berat untuk Van Gaal. Tak hanya soal rentetan cedera yang terus menghantam para pemainnya, penampilan tim yang pas-pasan juga membuatnya dikritik habis fans sendiri.

Padahal Van Gaal telah membelanjakan lebih dari 200 juta poundsterling selama dua musim di Old Trafford, tapinya sejauh ini terbilang nihil. Musim pertamanya masih dimaklumi meski hanya membawa United finis empat besar.

Gelar demi gelar yang lepas musim ini diawali dari Premier League, Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Liga Liga Inggris, membuat kesabaran fans sepertinya telah habis. Apalagi United pun terancam tak lolos ke Liga Champions musim depan lewat jalur liga, setelah sekarang ini ada di posisi kelima dengan 59 poin dari 34 laga.

Tapinya, laga semifinal Piala FA di Wembley semalam lawan Everton seperti jadi jawaban Gaal bahwa dia masih pantas melatih United dan bukan Jose Mourinho yang belakangan digadang-gadang bakal menggantikannya.

Lewat sebuah duel dramatisnya dan berlangsung sengit selama 90 menit, United menang 2-1 berkat gol Anthony Martial di menit akhir dan melaju ke final. Ini artinya Van Gaal punya kesempatan besar meraih trofi musim ini.

Trofi Piala FA bisa jadi penyelamat karier sang manajer Van Gaal di United. Terkait akan hal itu, Van Gaal belum mau berpendapat banyak akan hal ini.

“Saya tak memikirkan terlalu jauh seusai kompetisi ini usai, kami hidup dengan tekanan. Untuk masa depan, saya akan mendiskusikannya dengan petinggi klub saya dan bukan dengan Anda (media),” jelas Van Gaal.