yandex
Bisnis

Bermodalkan Rp 5 Juta, Windy Sukses Berbisnis Bantal Jumba Jamba

Untuk mencapai kesuksesan dalam dunia berbisnis, ada dua faktor penting yang dibutuhkan yakni kreativitas dan inovasi. Berkat kedua hal ini, Windy Astuti Dhanutirto menuai kesuksesan dengan bisnis bantal binatang dengan desain yang unik dan menarik.

Mulanya, Windy hanya berniat untuk membuat bantal yang modelnya seperti burung hantu. Untuk membuatnya, ia hanya menggunakan kain perca untuk membuat desain dan motif burung hantu. Alhasil, karya bantal buatannya itu diminati oleh temannya. Hal itulah yang menjadikan Windy mulai serius untuk menggeluti bisnis bantal ini.

Berkat kemampuannya membuat bantal yang unik dan penuh inovasi ini, saat ini Windy menjadi seorang wirausahawan yang berhasil. Akan tetapi, keberhasilan yang telah dicapain. Berkat kemampuannya membuat bantal yang unik dan penuh inovasi ini, saat ini Windy menjadi seorang wirausahawan yang berhasil. Akan tetapi, keberhasilan yang telah dicapainya itu tidak serta merta terjadi.

Bisnis bantal ini mulai dirintisnya sejak tahun 2011 dan mengusung nama Jumba Jamba. “Awalnya saya hanya sekedar iseng, tapi setelah saya membuatnya, ternyata ada yang pesan. Saya pun membuatkannya,” beber Windy.

Hanya dengan bermodalkan Rp 5 juta, Windy mampu memulai bisnis bantal ini. Di awal usahanya ini, ia membuat dengan sistem handmade. Namun karena permintaannya semakin meningkat, akhirnya ia menggunakan mesin jahit guna meningkatkan efektivitas produksi usahanya.

Mengusung nama Jumba Jamba, usaha bantal yang dirintis Windy itu membidik konsumen di kalangan ibu dan anak. Namun tak disangka, ada banyak remaja dan orang dewasa juga yang menyukai produk bantal buatannya.

bisnis-bantal-jumba-jamba

Guna menarik minat para konsumennya, Windy memproduksi bantal uniknya dengan beragam jenis model binatang, seperti gajah, kupu-kupu, burung hantu, ayam, burung, dan lain sebagainya. Berkat beragamnya karakter tersebut, setiap orang tua bisa menggunakannya sebagai media untuk mendongengkan anak-anaknya saat mereka tidur.

Dalam bisnis bantalnya ini, Windy juga memperhatikan faktor kenyamanan untuk para konsumennya. Oleh sebab itu, ia memanfaatkan bahan dakron di bagian dalamnya supaya terasa lebih empuk dan memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penggunanya.

Sebagai media pemasaran dan promosinya, Windy menggunakan website yang dinamainya JumbaJamba.com dan ia pun melakukan kerja sama dengan sejumlah toko yang ada di Bandung, Jakarta Hingga Bali dengan mengandalkan sistem konsiyasi. Tidak hanya itu, Windy juga sering mengikuti pameran untuk memperkenalkan dan mempromosikan produknya ke kalangan masyarakat.

Dalam menjalani bisnis bantal ini, Windy mempekerjakan 3 orang karyawan untuk membantunya memproduksi bantal yang dipesan. Awalnya, Windy hanya mampu memproduksi 15 bantal saja per bulannya. Namun saat ini, jumlah pesanan setiap bulannya mencapai 20 sampai 100 bantal. Harga bantal yang dijual Windy pun beragam, yakni mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 225 ribu. Dengan harga tersebut, Windy mampu meraup laba sebesar 40% dari bisnis bantalnya ini.

Tidak hanya Windy, hal serupa juga kesuksesan yang serupa juga dialami oleh Ayu Husodo yang menekuni bisnis bantal dengan mengusung brand Strawberry Patch. Ayu mendapatkan ide usaha ini ketika ia masih berkediaman di Sidney, Australia di tahun 2007. Setelah pulang ke Indonesia pada tahun 2009, Ayu pun memulai bisnisnya.

Saat ini, Ayu tengah berupaya untuk membidik pasar domestik dan sudah memiliki toko yang berada di mall Kemang, Jakarta Selatan. Berbeda dengan Windy, Ayu menjual bantal uniknya itu dengan harga mulai dari Rp 125 ribu sampai Rp 225 ribu. Keuntungan yang didapatkannya sebesar 20% per bulannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button