Bermain Dengan Porsche Macan S, SUV Mewah Kaya Fitur

Jakarta: Porsche Macan S tampil dengan bodi jangkung khas SUV. Desainnya mirip dengan Cayenne, hanya saja dimensinya lebih mungil. Mirip dengan SUV menengah asal Jepang yang banyak beredar di jalanan.

Tentunya SUV ini sangat cocok untuk para eksekutif muda berkantong tebal, yang ingin memiliki SUV namun dengan performa mesin tinggi layaknya sportcar. Sisi interior dibuat dengan kualitas dan tata letak yang baik. Penataan tombol instrumen yang mudah dijangkau pengemudi, hingga fasilitas atap panoramic dan sunroof yang akan membuat perjalanan lebih berkesan.

Ruang kaki penumpang depan termasuk lega, kedua jok depan telah dilengkapi dengan pengaturan elektrik. Untuk jok belakang, ruang kaki juga masih lega. Ketika lelah, eksekutif muda masih bisa santai melepas penat, sementara sang supir mengambil alih kemudi.

Memegang setir Porsche Macan S seakan menggoda untuk menginjak pedal gas lebih dalam. Terlebih sebelumnya kami sempat terjebak kemacetan khas Jakarta. Jalur tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) jadi area pelampiasan akan rasa penasaran terhadap performa mobil ini. Tenang, kondisi tol saat itu relatif sepi.

Mencoba mode sport, Macan S akan menyesuaikan performa dan suspensinya. Mobil lebih stiff dan mudah dikendalikan, mendahului kendaraan di depan jadi urusan yang sangat mudah dilakukan. Raungan mesin meninggi melesatkan mobil ini dengan cepat.

Giliran mencoba mode sport plus. Disini performa mesin akan keluar seluruhnya, suspensi pun dibuat lebih stiff dibanding mode sport. Muntahan tenaga 340 daya kuda, dengan torsi mencapai 460 Nm membuat badan langsung menempel pada jok. Mudah saja menggapai kecepatan 150 kilometer per jam dari posisi diam.

Performanya bakal sangat menggoda untuk memacu adrenalin, kaki seperti ingin menekan pedal gas lebih dalam. Terlebih kesenyapan kabin, membuat lupa diri jika saat itu tengah melaju dengan kecepatan tinggi.

Sang Macan akan menjadi lebih jinak mode normal (lampu mode sport dan sport plus mati). Perpindahan transmisi dari Porsche Dopperkupplung (PDK) terjadi saat putaran mesin 1.500 RPM. Indikator transmisi pun menunjukkan angka tujuh saat melaju dalam kecepatan 100 kilometer per jam.

Dengan kecepatan konstan, injak pedal gas perlahan, konsumsi bahan bakar tercatat 10 liter untuk 100 kilometer. Cukup irit untuk mobil berkapasitas mesin besar. Berbeda saat menggunakan mode sport dan sport plus yang hasil konsumsi rata-rata 12,7 liter untuk 100 kilometer, atau sekitar 7,8 kilometer untuk satu liter bahan bakar.

Sayangnya kondisi permukaan jalan tol JORR yang tak rata karena terbuat dari beton, membuat mobil terasa seperti limbung. Suspensi yang tadinya stiff, menjadi sangat lembut. Rasanya mode normal akan cocok ketika dipakai di dalam kota, terlebih ada fitur start-stop assist yang akan mematikan mesin saat menunggu traffic light menyala hijau.

Hal menarik lainnya adalah Anda bisa mengatur ketinggian mobil, naik-turun hingga 10 mm dari ketinggian normal. Sedang ketika mode off-road diaktifkan, ketinggian mobil akan bertambah 40 mm. Cocok untuk melibas jalan rusak atau berjalan dipermukaan batu.

Sekedar catatan saja, ada beberapa fitur yang absen pada Macan S yang disiapkan untuk pasar Indonesia. Salah satunya adalah sistem navigasi, padahal untuk mobil sekelas umumnya telah dilengkapi fitur penunjuk jalan ini.

Lalu bagaimana dengan harganya? Porsche Indonesia sendiri tidak merilis angka pastinya lantaran mereka mengatakan price by order. Tapi angka lebih dari Rp1 milliar akan sangat wajar mengingat performa dan segudang kelengkapan yang jadi standar Porsche Macan S ini.

Spesifikasi
Mesin        : 2.997 cc V6 Twin-Turbo
Tenaga maks    : 140 daya kuda @5.500-6.500 rpm
Torsi maks    : 460 Nm @1.450-5.000 rpm
Transmisi    : Otomatis 7 speed
Sistem penggerak: AWD
Dimensi        : 4.681 mm (P) x 2.098 mm (L) x 1.624 mm (T)
Sumbu roda    : 2.807 mm
Kapasitas tangki: 65 liter
Ukuran ban    : 265/45 R20 (depan), 295/40-20 (belakang)
Bobot        : 1.865 kilogram

UDA

Sumber : metrotvnews.com