Menginjak bulan suci Ramadhan ini, banyak orang yang menggunakan momen ini untuk mencari rezeki tambahan dengan menjajakan makanan pembuka puasa (takjil). Biasanya mereka ialah pedagang dadakan yang berdagang di pinggir-pinggir jalan.

Mereka berjualan mulai dari sore sampai menjelang waktu berbuka puasa, dan biasanya mereka diserbu pembeli yang tidak keburu berbuka puasa di rumah, yang membeli takjil sekedar untuk membatalkan puasa mereka di jalan.

Akibat berjualan sembarangan di pinggir jalan, tak pelak menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan yang berjualan takjil dadakan. Mengomentari hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono menegaskan akan mengamankan pasar tumpah ataupun pedagang takjil dadakan yang menimbulkan kemacetan jalan.

“Aktivitas tersebut kami maklumi, namun apabila sampai menimbulkan kemacetan, kerawanan, apalagi sampai kecelakaan tentu saja harus kami tertibkan,”

Awi menandaskan Kapolda sudah menginstruksikan Kapolsek untuk mengawasi keamanan lokasi pasar tumpah agar dapat mencegah kemacetan lalu lintas, agar tidak mengganggu pemakai jalan lainnya. Pedagang harus diberi barikade agar tidak berjualan terlalu masuk ke jalan raya, dan telah disiapkan barisan kepolisian untuk mengatur daerah tersebut.

Beliau menyatakan bahwa polisi tidak melarang mereka untuk berdagang, polisi  hanya berusaha untuk menertibkan dan mengatur agar kegiatan ini berjalan dengan teratur, karena pada dasarnya semuanya saling membutuhkan, baik pedagang maupun pembelinya.