Beredar SMS Anggota ISIS Ancam Bunuh Jokowi
Presiden RI Joko Widodo / ANTARA FOTO / Ismar Patrizki

DUAKALI.COM, Jakarta – Beredarnya sebuah sms atau pesan singkat terkait ancaman kelompok radikal ISIS akan membunuh Presiden Joko Widodo perlu untuk segera ditindaklanjuti, karena hal ini mengancam keselamatan presiden. Ancaman yang beredari di daerah Tangerang ini juga mengancam para penegak hukum, polisi, dan jaksa.

Seperti yang diberitakan oleh tempo.co, Pesan pendek atau SMS berisi ancaman menyebar di tengah warga khususnya di Tangerang. Pengirim SMS tersebut mengaku merupakan anggota Islamic State Iraq and Syria (ISIS).

“SMS itu bisa dibuat oleh siapa saja. Bisa juga dari terorisme bisa juga orang cari sensasi,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Rikwanto.

Pesan pendek atau SMS berisi ancaman menyebar di tengah warga khususnya di Tangerang. Pengirim SMS tersebut mengaku merupakan anggota Islamic State Iraq and Syria (ISIS).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya sedang menelusuri SMS terebut. “Kami sedang telusuri dan menyelidiki nomor ponsel tersebut,” kata dia kepada Tempo Sabtu 21 Maret 2015.

Martinus mengatakan, pelaku dapat dikenakan pasal pidana. “Kami akan menindak tegas pelaku pengirim ancaman sebagaimana diatur dalam UU ITE,” kata dia.

SMS yang dikirim dari nomor 08575890xxxx itu menyampaikan berbagai ancaman. Mulai dari ancaman terhadap Presiden Joko Widodo, merusak institusi Polri, dan Kejaksaan Agung.

Seperti ini isi SMS itu: TINGGAL TUNGGU WAKTU. KAMI ANGGOTA ISIS SUDAH SAKIT HATI…

Martinus meminta agar warga tak perlu cemas terhadap SMS tersebut. “Jika ada yang punya informasi silakan melapor kepada kami,” kata dia. Dia menyatakan pihaknya berjanji akan menindaklanjutinya sekaligus memberi perlindungan kepada masyarakat. “Kami pasti berikan pengamanan.”

Warga Tangerang mengakui menerima rangkaian teror melalui pesan pendek dari orang yang mengaku anggota ISIS dalam beberapa hari belakangan ini. Pelaku teror mengaku berasal dari Lampung Timur itu. Tak hanya ancaman terhadap negara, isi SMS juga berbicara soal ledakan pesawat tujuan Jakarta-Berlin di Bandara Soekarno-Hatta.

“Info itu kacau, tidak jelas sumbernya,” ujar Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan saat dikonfirmasi. Yudis memastikan informasi tersebut tidak benar.

Mulyadi, 40 tahun, warga yang menerima pesan pendek itu kaget. “Wah ini orang bener-bener kacau,” katanya. Tonton juga video ancaman isis kepada presiden Jokowi disini.