Menghilangnya Misa Honduras 2014 yang bernama Maria Jose Alvarado Munoz dan juga seorang kakak yang bernama Sodia Trinidad (23) menjadi perbincangan saat ini. Apalagi setelah ditemukannya kedua orang ini dalam keadaan yang mengenaskan oleh pihak Kepolisian Nasional Honduras.

Menurut pihak Kepolisian seperti dilansir dari BBC mengatakan, “Kedua wanita ini diduga ditembah dan mayatnya dikubur di lapangan dekat sungai Aguagua.”

Pihak kelopisian juga mengatakan bahwa mereka dibunuh oleh pacar Trinidad, Plutarco Ruiz bersama temannya Aris Maldonado. Merekapun ditangkap dan dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian Nasional Honduras.

“Ruiz mengakui perbuatannya menembak dua perempuan tersebut dan kemudian mengubur tubuh mereka dengan bantuan Maldonado,” papar Direktur Kepolisian Nasional Honduras, Gen Ramon Sabillon.

Sebelumnya diduga bahwa Alvarado sang Juara Miss Honduras 2014 ini diculik. Alvarado yang seharusnya mengikuti ajang Miss World di London, tetapi ternyata dia sudah menjadi jasad.

Jasad dua wanita malang itu ditemukan di desa Cablotales, dekat Sungai Aguagua. Alvarado mendapat gelar Miss Honduras pada April 2014. Ia merupakan seorang mahasiswa yang bercita-cita menjadi diplomat. Semasa hidup, Alvarado berniat membuat Honduras jadi negara tujuan wisata.

Gen Sabillon mengatakan Ruiz sudah mengaku bersalah sementara pelaku lain masih belum dapat diminta keterangannya. Senjata dan mobil yang mereka gunakan sudah disita untuk menjadi barang bukti, begitu pula saksi yang dilindungi sudah memberi keterangan yang sangat penting.

Kepala Reserse Kriminal Leandro Osorio menuturkan bila pihak penyelenggara Miss World turut menyampaikan rasa belasungkawanya dan mereka akan memberi perhargaan akhir pekan ini demi menghormati mendiang Alvarado. “Kami betul betul terpukul atas kejadian tersebut. Pikiran dan doa kami untuk Maria Jose Alvarado dan Sofia Trinidad,” imbuhnya.

Berdasarkan data PBB, Honduras adalah negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi sedunia, yakni sebanyak 90,4 orang dibunuh per 100 ribu penduduk.