Pendidikan seks tak selamanya buruk bagi anak-anak. Asal kan para orangtua bisa mengedukasi dengan baik, anak tersebut tidak akan salah di dalam menafsirkannya. Lantas, bagaimanakah agar anak tidak terjerumus di dalam bahaya pornografi pada saat sekarang ini?

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, Psi telah mengutarakan, bahwa minimnya pengetahuan anak terhadap bahaya pornografi akan menjerumuskan anak Anda pada hal yang negatif seperti halnya pergaulan bebas. Terutama bagi anak yang sedang beranjak remaja.

Pergaulan bebas itu jadi celah remaja tuk terjerumus di dalam bentuk kegiatan prostitusi. Mereka tidak akan melakukannya secara terang-terangan, tapinya bisa saja melalui kelompok atau bahkan melalui dunia maya seperti yang terjadi di zaman modern sekarang ini.

“Kurangnya pendidikan seks itu menjadi faktor remaja tak tahu bahayanya pornografi yang merusak moral mereka nantinya. Mereka masih labil jadi mudah sekali ikut-ikutan tren. Di sinilah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk mengajarkan pendidikan seks untuk anak kita,” tutur wanita yang akrab disapa Nina ini.

Pendidikan seks yang dimaksudkan itu ialah para orangtua harus terbuka mengenai kesehatan reproduksi. Semisal, membiarkan anak mengetahui dampak yang terjadi atau konsekuensi dari berhubungan seksual di luar pernikahan. Berhubungan seksual akan menimbulkan gejolak emosional dan kehamilan. Bahkan, berhubungan seks tidak sehat akan berakibat pada penyakit menular.