EFL Cup – Di partai puncak EFL Cup menghadapi Southampton, Jose Mourinho sepertinya harus mengambil sejumlah langkah vital. Cedera yang melanda Henrikh Mkhitaryan dan Michael Carrick di leg ke-2 babak 32 besar Liga Eropa membuat juru taktik berkebangsaan Portugal itu harus menentukan pilihan tepat demi menyabet trofi pertamanya bagi Manchester United.

Beberapa Pemikiran Yang Patut Dievaluasi Mourinho Demi Keberhasilan MU 1


Sejauh ini, kedua pemain itu memang masih dalam proses uji fisik, yang artinya masih ada harapan bagi keduanya untuk bisa ikut serta dalam laga kontra The Saints. Tapinya, dengan hanya selang empat hari, tentu itu merupakan resiko yang cukup besar. Menurut Mourinho, inilah hasil dari banyaknya laga. Sejumlah pemain memiliki resiko seperti itu tapi di lain pihak itu bisa menjadi peluang bagi pemain lain.

Baik Mkhitaryan maupun Carrick merupakan sosok yang bisa dikatakan vital bagi klub asal manchester itu. Sempat terdepak dari skuat int, Mkhitaryan sedikit demi sedikit menjelma menjadi tokoh yang tidak tergantikan di skuat inti The Red Devils. Ia bisa diperankan sebagai pemain sayap maupun bermain tepat di belakang striker utama, kefleksibelan Mkhitaryan menjadi salah satu jurus pamungkas yang diandalkan pemain berpaspor Armenia tersebut.

Sesungguhnya, The Special One tidak kekurangan pilihan pada pos yang biasa diisi oleh Mkhitaryan. Nama Anthony Martial tentu bisa menjadi salah satu alternatif yang cukup masuk akal. DItambah, Wembley menjadi tempat yang cocok bagi Martial dimana musim lalu golnya pada semi final FA Cup memantapkan The Red Devils lolos ke putaran final dan bahkan menjuarainya. Selain itu, Mou juga memiliki Marcus Rashford yang musim ini cukup sering ia tugaskan pada posisi yang lebih melebar.

Ketidakhadiran Carrick mungkin akan sedikit menenangkan dengan semakin apiknya pasangan Paul Pogba dan Ander Herrera. Walaupun peran Carrick adalah sebagai jangkar sementara dua rekannya itu bisa berfokus untuk mendobrak dinding pertahanan lawan. Memang beban itu terdengar tidak mudah, tapi dengan potensi Pogba atau bahkan Herrera untuk bermain di posisi yang lebih dalam. Walaupun sedikit menahan permainan mereka, tentu hal ini bisa menjadi pilihan yang wajib diperhitungkan oleh Mourinho.

Kendala MU hanya satu, yaitu siapa yang akan menempati posisi lainnya di sektor tengah. Alternatif yang dimiliki Mourinho di sektor tengah memang bisa dikatakan terbatas. Kini ia hanya mempunyai Schweinsteiger dan Fellaini yang tersedia. Memang, ia juga bisa menarik mundur Juan Mata sedikit ke tengah dan menugaskan Jesse Lingard sebagai pemain sayap. Tapinya, tentu Mata sudah lebih mahir berperan sebagai winger. Menurunkan Fellaini pun sepertinya menjadi taruhan yang lebih aman ketimbang memaksakan Schweinsteiger.

Dua hambatan di atas hanyalah satu dari banyaknya hal yang harus dilalui sang juru racik MU. Salah satu kendala lainnya tentu adalah sosok Rooney dalam laga nanti. Selaku kapten Setan Merah, tentu Rooney ingin turut berpartisipasi dalam babak final dan mengangkat tropi di akhir laga. Tapi, menilik rapor The Red Devils yang mampu memetik kemenangan tanpa sang kapten di lapangan, mungkin peran Rooney adalah menyaksikan laga dari bangku cadangan saja.