yandex
Sepak Bola Luar Negeri

Barcelona Jamin Keadaan Arda Turan dan Puyol di Turki Aman

Barcelona telah meyakinkan bahwa Lionel Messi, Andres Iniesta, dan beberapa pemain lainnya masih berada di Spanyol. Sejatinya Blaugrana disusunkan bakal melangsungkan laga amal melawan klub Antalyaspor, namun kabar mengejutkan datang setelah ada upaya kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan Turki dibawah pimpinan Tayyip Erdogan.

“Pemain FC Barcelona Andres Iniesta dan Lionel messi, yang disusunkan memainkan pertandingan uji coba di Turki, yang diberlangsungkan oleh eks bintang barca Samuel E’to. FC Barcelona pemain Arda Turan, eks pemain Carles Puyol, Deco, dan Eric Abidal serta eks direktur Alejandro Echevarria, berada di Turki. Tapinya mereka jauh dari daerah bahaya dan terus-menerus melakukan kontak dengan klub,” demikian pernyataan klub seperti diberitakan dari akun twitter resmi (@FCBarcelona), pada hari Sabtu kemarin.

Sekilas informasi, laga amal ini sejatinya akan diselenggarakan pada hari ini di Antalya, Turki. Laga yang diselenggarakan oleh Eto’o tersebut untuk memperingati ulang tahun ke-10 yayasan amalnya.

Tapinya, laga amal itu sepertinya bakal dibatalkan setelah ada upaya kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan Turki dibawah pimpinan Tayyip Erdogan. Dan menurut laporan terbaru, Messi saat ini berada di Ibiza dan kabarnya akan tetap berada di sana setelah bintang Blaugrana membatalkan penerbangan ke Turki.

Messi, 29, merupakan semata wayang dari beberapa pemain yang berkomitmen untuk tampil di pertandingan amal tersebut. Adalah Neymar, Luis Suarez, Eden Hazard, Francesco Totti, Michael Essien, Xavi Hernandez, Carles Puyol, Eric Abidal, Jay Jay Okocha, Pierre Emerick Aubameyang, Andres Iniesta, Demba Ba, Didier Drogba dan Arda Turan diharapkan untuk mengambil bagian dalam pertandingan itu. Namun hingga berita ini diturunkan status pertandingan amal belum diketahui.

Pada waktu lalu, Militer Turki dalam sebuah penjelasan mengujarkan bahwa upata kudeta ini dilakukan untuk membawa kembali “demokrasi” ke Turki. Menurut militer, demokrasi mulai menjauh dari Turki selama pemerintahan Erdogan.

Dampak aksi kudeta ini, Ankara sungguh-sungguh terkucilkan dari dunia. Seluruh bandara, dan stasiun kereta api di ibukota Turki tersebut berhenti beroperasi. Militer bahkan dilaporkan telah menutup semua pintu masuk ke Ankara.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button