Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, mengutarakan bahwa alasan utama bobroknya performa Barcelona di La Liga 2015-2016 dari jornada 30 hingga 33. Ranieri menilai alasan utama menurunnya performa Barca karena pelatih Luis Enrique terlalu mengandalkan trisula lini depan yang disi Lionel Messi, Luis Suarez atau Neymar da Silva (trio MSN).

Akibat terlalu seringkali bermain, performa ketiganya pun menurun .Hal itu terbukti ketika Barca menjalani periode buruk kontra Villarreal yang berkesudahan (2-2), Real Madrid (1-2), Real Sociedad (0-1) dan Valencia (1-2).

Di laga-laganya itu, cuma Neymar kontra Villarreal dan Messi (Valencia), personel trio MSN yang mencetak gol. Dari deretan hasil negatif tersebut, jelas Lucho –sapaan akrab Enrique– diwajibkan menurunkan pemain lain di lini depan.

Sepanjang musim ini, ketiga pemain itu selalu diturunkan Lucho jikalau tidak terkena cedera ataupun akumulasi kartu. Sementara striker lainnya macam Sandro Ramirez dan Munir El Haddadi lebih sering duduk di bangku cadangan.

Hal itu kontras dengan kondisi di Madrid. Sang manajer Zinedine Zidane tak bergantung kepada trio BBC (Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo). Zidane sering menerapkan pola rotasi dengan memainkan Lucas Vazquez, Jese Rodriguez dan James Rodriguez di lini depan. Karena itu, ada baiknya Lucho mengikuti pola yang dilakukan Zidane demi kebaikan tim jelang penutupan musim.

“Messi ialah pemain yang terbilang luar biasa. Ia ialah pemain yang dapat melakukan segalanya. Tapinya, ia adalah manusia, bukan mesin. Jika Anda memiliki Suarez dan Neymar, namun bermain buruk, hal itu wajar,” jelas Ranieri.