Banyaknya Kebocoran Anggaran Di Jakarta

DUAKALI.COM – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui masih menemukan banyak kebocoran anggaran di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SPKD) yang di bawahinya. Kendati begitu, Ahok mengapresiasi kebocoran mengalami penurunan dari periode-periode sebelumnya.

“Dulu lebih banyak, (jumlannya) ribuan. Sekarang ya tinggal puluhan. Artinya kan ini yang harus dibersihkan, saya yakin kalau ini bisa dibersihkan walaupun belum sempurna, ke 2016, 2017 anggaran akan makin baik,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Setelah melakukan evaluasi pada beberapa SKPD, Ahok mengaku telah memotong pos-pos anggaran yang dianggap tidak perlu. Dan diantara SKPD yang dipotong seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman dan Dinas Pendidikan.

“Saya pikir mereka udah potong, kan mereka udah ngaku potong banyak, misalnya kita katakan Dinas Parbud, dulu mereka habisin 1,2 – 1,3 triliun, makanya kita suruh potong, dan dia potong tinggal 700 miliar. Saya biarin dia dulu, terus saya cek lagi, ternyata saya masih bisa dipotong 300 miliar lagi. Jadi masih banyak sekali penganggaran yang sebenarnya nggak perlu,” terang dia.

Ahok mengatakan, permainan anggaran yang dilakukan adalah dengan memecah-mecah mata anggaran program kerja menjadi di bawah Rp 200 juta, sehingga pengerjaannya bisa dibagi-bagi ke pihak yang ditunjuk oleh oknum SKPD.

“(Dinas) Pendidikan juga banyak yang nggak perlu. Terus misalnya ngajarin orang tentang bahasa Inggris, yang diundang 20 orang, di bawah Rp 200 juta,” kata Ahok.

“(Dinas) taman juga sama, jadi banyak sekali permainan penunjukkan langsung, di bawah Rp 200 juta tapi banyak sekali,” pungkas mantan Bupati Belitung Timur ini.