Rider Repsol Honda, Marc Marquez, mengakui bahwa dirinya tidak bisa memprediksi jalannya balapan MotoGP Argentina yang akan dihelat di Autódromo Termas de Río Hondo malam ini. Ini menyusul keputusan Michelin menarik compound ban belakangnya sebagai buntut insiden yang dialami rider Pramac Ducati, Scott Redding.

Seperti yang telah diketahui, Redding tengah mengalami pecah ban belakang di sesi latihan bebas keempat. Serpihannya sempat tercecer di lintasan sehingga sesi akhirnya dihentikan dihentikan. Awalnya, Michelin diduga hanya akan menarik ban belakang medium saja tapi rupanya ban hard juga ditarik karena memiliki konstruksi yang sama.

Untuk balapan nantinya, para rider akan menggunakan ban medium dengan konstruksi yang berbeda dan lebih keras. Marquez sendiri akan memulai balapan dari posisi terdepan setelah dalam sesi kualifikasi sukses merengkuh pole position. Namun, The Baby Alien mengaku kalau kemenangan akan lebih sulit diraih karena hal ini.

“Seusai keputusan dari Michelin, saya pikir race nantinya akan terasa sangat sulit diprediksi karena semua orang akan memiliki aspek ban yang berbeda dari apa yang sudah kami gunakan untuk sepanjang akhir pekan balap. Sekarang, kita akan tunggu dan lihat bagaimana kerjanya,” tutur Marquez.

“Kami akan lekas punyai sesi warming-up dua kali, sekali berjalan 30 menit dan satunya lagi 20 menit, untuk mengumpulkan informasi dan kami mesti melihat apakah segalanya berjalan baik. Mudah-mudahan tidak akan ada perbedaan besar dari ban-ban yang sudah pernah kami gunakan sejauh ini,” terang jawara MotoGP 2013 dan 2014 tersebut.