Faktanya, Malaria merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Jika sudah satu kali mengidap pennyakit ini, maka suatu waktu penyakit ini bisa kembali menyerang.

Seseorang yang mengidap malaria, biasanya akan merasakan pusing, nyeri pada otot dan sendi, demam tinggi, dan kelenjar getah bening di dalam tubuh akan menjadi bengkak, lantaran tubuh penderita sedang melawan virus-virus yang menyebar didalamnya.

Salah satu obat alami yang umumnya diasup oleh masyarakat yang belum terjangkau dari medis adalah daun pepaya. Daun yang punya rasa pahit ini diklaim berkhasiat untuk melawan virus-virus akibat terinfeksi dari gigitan nyamuk Anopheles serta meningkatkan sistem imun tubuh. Benarkah demikian ?

Nyatanya, hal ini dibenarkan oleh sejumlah para ahli yang menyebutkan bahwa vitamin C yang terkandung di dalam daun pepaya mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh dan mengatasi demam akibat infeksi dari gigitan nyamuk tersebut.

Bersumber pada sebuah informasi yang diwartakan dari Boldsky, disebutkan bahwa enzime carpaine yang terkandung pada daun pepaya berperan aktif untuk mensterilkan darah serta menambah trombosit.

Tatkala seseorang terinfeksi malaria, trombosit dalam darah bakal mengalami penurunan, layaknya mengidap demam berdarah. Hal in menjadikan kondisi kesehatan seseorang yang mengidap malaria akan menurun drastis.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa daun pepaya memang dapat digunakan sebagai metode alami yang ampuh tuk mengatasi malaria. Cara pengolahannya pun cukup mudah. Ambilah beberapa lembar daun yang segar, lalu cuci hingga bersih.

Kemudian, haluskan daun pepaya, lalu peras airnya dan janganlah menambahkan air kedalamnya. Minumlah perasan air daun tersebut sebanyak 10 ml setiap hari dua kali. Anda bisa meminumnya secara rutin agar proses penyembuhannya bisa berlangsung dengan cepat.