Pekan ini, dunia dihebohkan dengan sepasang jet tempur F-22 Raptors yang diluncurkan Pentagon Amerika Serika di Rumania. Peluncuran jet tempur itu berawal dari ketakutan NATO terhadap serangan Rusia terhadap sekutu NATO di Eropa.

Bersamaan dengan pengerahan jet tempur F-22 Raptors, Angkatan Udara AS pun melakukan penerbangan ke pangkalan udara Mihail Kogalniceanu di Rumania Tenggara. “Mengingat anggapan yang muncul bahwa militer AS kehilangan keunggulan teknologi untuk melawan kekuatan yang dimiliki China dan Rusia. Kongres telah menyatakan minat bahwa anggaran biaya di sepanjang musim ini di ulang kembali,” tulis Defense News.

Letnan Jenderal Timothy Ray, Pejabat Pentagon mengkonfirmasi pengerahan sepasang jet tempur F-22 Raptors yang dikerahkan AS dalam siaran pers Angkatan Udara. Hari ini saya ingin mengungkap penyebaran ini sebagai bentuk demonstratsi kami guna memberikan dukungan kepada Rumania dan selebihnya untuk sekutu NATO kami. Rumania adalah salah satu sekutu terkuat yang kami miliki,” ungkapnya, seperti yang dilansir Sputniknews.

Ray mengungkapkan, pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk mengatasi semua kemungkinan ancaman yang datang. Dari pihak lain, Hans G.Klemm, Duta Besar AS untuk Rumania mengatakan bahwa F-22 berupaya untuk meningkatkan pertahanan Aliansi Atlantik-Utara dan pertahanan Eropa guna meningkatkan keamanan di Eropa Tenggara sebagai akibat dari serangan Rusia yang menyebabkan banyak timbulnya ketidakstabilan selama tiga tahun terakhir ini.

Sementara itu, Mayor Jenderal Kaurian Anastasof, Kepala Staf Angkatan Udara Rumania menegaskan bahwa keputusan untuk mengerahkan jet temput itu merupakan imbas dari sekutu-sekutu Rusia. “setiap pesawat yang tidak dikenal terbang dengan ketinggian 20 mil dari wilayah Rumania wajib untuk di hadang. Skenario ini sudah terjadi 4 kali di tahun ini,” tuturnya.