Toyota Sienta yang diklaim salah satu model terfavorit di Jepang akhirnya diriliskan pada IIMS 2016, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Kamis kemarin. Sienta yang dipasarkan Toyota sebenarnya merupakan generasi kedua dari pendahulunya (generasi pertama) yang hanya dipasarkan di Jepang.

Disaat ini, multi purpose vehicle (MPV) tujuh penumpang ini diakui pihak Toyota sengaja dikembangkan, didesain sesuai karakter konsumen Indonesia. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara kedua yang ditunjuk memproduksi Sienta setelah Jepang. Tapinya, apa itu sebenarnya arti dari nama Sienta itu sendiri?

President Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Hiroyuki Fukui, mengutarakan bahwa, Sienta merupakan kombinasi dari bahasa Spanyol “siete” yang artinya tujuh dan kata dalam bahasa Inggris-nya “entertain” atau hiburan.

“Sienta ialah kendaraan multi activity Toyota, di mana multi activity vehicle adalah sebuah konsepsi baru dari kendaraan Toyota. Toyota membuka pintu bagi pelanggan Toyota ke berbagai aktivitas hidup dengan fungsionalitas yang baik,” ujar Fukui dalam sambutannya di IIMS 2016, pada hari Kamis kemarin.

Kendatipun namanya tetap sama seperti di negara lain, tapinya beberapa spesifikasi disesuaikan permintaan masyarakat di Tanah Air. Aero kit-nya didesain oleh desainer lokal, bahkan pengembangannya dilakukan cukup lama agar sesuai dengan tujuannya.

Sienta sendiri dengan formal mulai diproduksi pada pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), di Karawang, Jawa Barat akhir Juni dan didistribusikan satu bulan setelahnya. Namun, konsumen sudah bisa memesannya di IIMS 2016 dengan harga dimulai Rp 230 juta hingga Rp 295 juta.

Chief Engineer Sienta Hiroshi Kayukawa, mengujarkan, desain MPV dengan power sliding door itu mengusung titel “Urban Trekking Shoes” yang memiliki karakter fungsional. Umumnya memiliki tampilan seperti mobil niaga. Namun berbeda dengan Sienta, karena desainnya menimbulkan gaya hidup aktif serta modern.