85 / 100 SEO Score

Kisah Pilu Arjuna Sinambela Penderita TB Meninggal di Atas Becak Nasi Busuk Saat Dilarikan ke RS.

Arjuna Sinambela (23) penderita penyakit TBC (Tuberculosis) meninggal dunia, Kamis (31/10) di Jalan Bersama Ujung, Gang Nangka, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. Arjuna meninggal diduga akibat ribetnya urus KTP dan KK di Disdukcapil Deliserdang. Data itu nantinya akan  digunakan untuk mengurus BPJS agar mendapat perawatan opname selanjutnya secara gratis di rumah sakit yang akan dituju. Kejadian meninggalnya pria itu menggegerkan semua pihak.

Arjuna Sinambela Menderita Penyakit TBC
Arjuna Sinambela Menderita Penyakit TBC

Sebelumnya Arjuna bermohon ke Disdukcapil Deliserdang agar dipermudah urus KTP dan KK yang akan digunakan sebagai syarat untuk pengurusan BPJS. Namun dengan alasan jaringan biometrik rusak secara nasional dan persoalan jarak Sunggal-Lubukpakam serta keterbatasan ekonomi, ia mengalami muntah darah dan akhirnya meninggal dunia.

Pengurus Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera, Uba Pasaribu yang mendampingi Arjuna mengurus KK dan KTP di Disdukcapil Deliserdang saat diwawancara SIB, Sabtu (2/11) membenarkan Arjuna Sinambela telah meninggal dunia. “Sudah meninggal dunia. Sudah kita upayakan bantu ke Capil dan DPRD Deliserdang, namun tidak berhasil,” katanya.

Menurut dia, persoalan pengurusan kependudukan yang diajukan Arjuna itu sebenarnya tinggal kebijakan dari Disdukcapil Deliserdang. “Memang Arjuna ini belum terdaftar dimana-mana. Ada aturan dari Mendagri supaya tidak ganda data kependudukan maka harus ikut biometrik mata,” ujarnya.

Namun kebijakan kabid di Disdukcapil itu kita sesalkan tidak mampu berbuat dengan alasan jaringan. Mereka tidak lagi melihat dari sisi kemanusiaan bahwa Arjuna alami sakit parah dan sangat membutuhkan KTP agar mendapat pelayanan perobatan rawat inap melalui pengurusan BPJS, terang Uba.

Kabid bernama Kaloko tutur Uba Pasaribu, sebenarnya sudah menyarankan agar datang kembali jika jaringan sudah bagus. “Jumat, 25 Oktober kita datang bermohon namun tidak berhasil. Tidak mau berhenti di situ, kita jumpai anggota DPRD Deliserdang Nusantara Tarigan. Lalu Nusantara menerima dan menelepon Kadis Dukcapil Deliserdang. Nusantara menyuruh kami agar datang kembali ke Disdukcapil karena kadis sudah menunggu,” terangnya.

Lalu pihaknya pergi menjumpai kadis, namun kata Uba Pasaribu, bukan kebijakan yang diraih tetapi malah bentakan yang diperoleh. “Dijelaskan bapak itu memang karena alasan jaringan biometrik, sehingga bapak itu menyarankan agar Senin, 28 Oktober datang kembali untuk merekam kependudukan,” sebutnya.

Kanon – Karena jarak terlalu jauh dan keterbatasan ekonomi, dimana perjalanan mereka saat itu menggunakan mobil milik bekas anggota DPRD Sumut, Arjuna bermohon agar diberi kebijakan saat itu juga karena tidak ada biaya ongkos lagi untuk datang hari Senin. “Apa harus aku lagi yang mengongkosi kau,” kata Uba Pasaribu mencontohkan bentakan Gustur H Siregar yang membuat sedih Arjuna Sinambela.

Dengan kondisi itu, Arjuna Sinambela tidak jadi datang kembali hari Senin ke Disdukcapil Lubukpakam akibat keterbatasan biaya.

Disebut Uba Pasaribu, Kamis (31/10) malam Arjuna Sinambela yang merupakan anak yatim piatu dan hanya diasuh neneknya Boru Sinaga yang sudah tua, telah menghembuskan nafas berakhir usai muntah darah. Arjuna pun telah dikebumikan di Pekuburan Desa Muliorejo, Sunggal pada Jumat (1/11).

Kanon – Uba Pasaribu membenarkan bahwa almarhum sebelumnya telah mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Mulyorejo. Namun pengurusan KTP dimaksud untuk pengurusan BPJS agar mendapat perawatan opname di RS yang hendak dituju.
Kadis Dukcapil Deliserdang, Gustur H Siregar saat dikonfirmasi membantah telah membentak Arjuna Sinambela karena ketiadaan ongkos untuk datang pada hari berikutnya melakukan perekaman. “Oh itu tidak ada kita sebut, tidak ada itu adinda,” katanya
Kabid Pendaftaran Kependudukan, Disdukcapil Deliserdang, Alrasudin Kaloko membantah disebut ribet jika mengurus permohonan data kependudukan. Namun jika terganggu jaringan biometrik secara nasional, maka urusan bisa terkendala. Dia mengakui telah bertemu dengan Arjuna Sinambela yang bermohon KK dan KTP di kantornya.

Baca Juga : Menyelam Di Nusa Penida, Penyelam Hilang Di 30 Meter

“Tidak ribet. Ia datang bermohon, namun masalahnya Arjuna itu belum punya data kependudukan sama sekali di Deliserdang. Jumat sore itu mereka bawa berkas, pada saat itu jaringan biometrik secara nasional sedang terganggu dan kita sarankan agar datang kembali pada Senin depannya. Namun kita tunggu Arjuna tidak datang,” katanya menjawab wartawan.

Pada Selasa (29/10) Arjuna Sinambela datang ke Disdukcapil Deliserdang. “Kata anggota kita dia datang, dan ini sedang kita cari datanya dulu. Kebetulan Selasa itu saya tidak di kantor karena hendak persiapkan acara sidang isbat di Kecamatan Pantailabu,” terang Kaloko.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista mengutarakan bahwa hasil pengecekan nama pasien Arjuna Sinambela (23) benar berobat di Puskesmas Mulyorejo, Sunggal pada 16 Oktober 2019. Dengan hasil pemeriksaan BTA POS 2, Cek KGD: 138 (bukan DM), diagnosa TB paru BTA POS1 lalu diberikan obat anti tuberculosa. (T05/t)