BlackBerry Leap bakal menjadi ponsel beralaskan BlackBerry 10 terakhir yang diluncurkan. Di masa yang akan datang, perusahaan asal Kanada ini tak berencana meluncurkan perangkat baru berbasis sistem operasi mobile tersebut.

Niatan tersebut disampaikan oleh CEO BlackBerry John Chen didalam sebuah wawancara. pada hari Sabtu kemarin

Platform polesan BlackBerry sendiri itu lambat laun memang mulai ditinggalkan. Contohnya, WhatsApp beberapa waktu lalu mengumumkan bakal mencabut dukungan OS BlackBerry. Tak berapa lama kemudian, giliran perusahan induk WhatsApp,Facebook, melakukan hal serupa. Entah siapa yang berikutnya bakal mencampakkan BlackBerry 10.

Kendati tak lagi menjadi fokus perusahaan, Chen mengutarakan bahwa para pemilik BlackBerry 10 bakal terus mendapat update software. Akan halnya kiprah BlackBerry memasuki pasar Android, kelanjutan upaya ini masih perlu dilihat di masa depan. Terlebih karena Chen pernah menyatakan bakal berhenti membikin ponsel kalau tak kunjung meraih untung.

Dalam kuartal yang berkesudahan pada bulan Februari lalu, BlackBerry hanya mencatat penjualan ponsel sebanyak 600.000 unit, atau turun 100.000 unit dibandingkan kuartal sebelumnya meskipun sudah “dibantu” oleh kehadiran BlackBerry Priv.

Menyusul laporan turunnya penjualan itu, BlackBerry memangkas harga Priv sebesar 50 dollar AS. Chen untuk ini mengakui masih percaya diri BlackBerry bisa membalik peruntungan di bisnis ponsel.

Tapinya, boleh jadi nantinya eks raja smartphone tersebut bakal lempar handuk dan beralih ke divisi layanan software yang lebih menguntungkan dengan proyeksi pertumbuhan 30 persen dalam 12 bulan ke depan.