AirAsia Minta Izin Terbang Surabaya-Singapura, Jonan Emosi

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan, memutuskan mencabut izin terbang maskapai asing AirAsia rute Surabaya-Singapura pasca kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 Desember silam. AirAsia pun kembali meminta pengajuan izin terbang mereka.

Namun, Jonan menyebut belum ada surat resmi terkait pengajuan itu. Bahkan, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Jonan justru sedikit emosi. “Enggak tahu (pengajuan izin AirAsia Surabaya-Singapura). Kok yang tanya wartawan? Suruh AirAsia tanya saya dong!” kata Jonan, di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2015).

Meski pimpinan maskapai asal Malaysia itu, Tony Fernandes, menyebut telah menyampaikan surat pengajuan izin terbang ke Kementerian Perhubungan, Jonan dengan tegas menyebut tak ada surat yang sampai ke meja mantan Dirut PT KAI itu.

Jonan menyebut, tak memiliki niat sedikit pun untuk mengeluarkan izin terbang di hari Minggu bagi AirAsia. Setidaknya, hingga hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dikeluarkan.

Jika demikian, AirAsia harus bersabar karena penyelidikan KNKT akan menghabiskan waktu yang lama. Sementara itu, AirAsia disebut membutuhkan jadwal penerbangan hari Minggu ini karena permintaan terbang hari itu cukup tinggi, Jonan tak ingin kompromi dengan AirAsia.

“Ya ndak tahu. Tanya KNKT hasilnya keluar berapa lama,” pungkas Jonan.

Diketahui, izin terbang dengan rute Surabaya-Singapura maskapai asal Malaysia itu dicabut setelah kecelakaan yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501, 28 Desember lalu. Pesawat yang hilang kontak pagi hari itu ternyata ditemukan di perairan Selat Karimata tiga hari setelah hilang kontak. Tak ada korban yang selamat dalam kecelakaan itu.

AHL

Sumber : metrotvnews.com