Meskipun telah disepakatinya adanya penghentian sementara proyek reklamasi yang dilangsungkan di teluk Jakarta, nyatanya proses pembangun masih terus dilaksanakan sampai detik ini.

Ahmad Yudhistira, selaku Wakil Sekjen Gerakan Ansor Pusat menuturkan bahwa aktivitas reklamasi masih terus berlanjut. Menurutnya, hal ini menunjukan bahwa Basuki Tjahaja Purnama, gubernur DKI Jakarta tidak mematuhi peraturan yang sebelumnya sudah disepakati oleh pemerintah pusat.

“Seharusnya Pak Ahok memahami aturan. Peraturan sudah ditetapkan dan diputuskan, tapi masih ada saja aktivitas reklamasi,” ungkapnya. Ahmad juga menilai bahwa Ahok terkesan tidak konsisten dalam menjalani kebijakan-kebiijakan yang ada.

”Pak Ahok seharusnya juga mengerahkan Satpol PP untuk menghentikan pembangunan proyek tersebut. Saat menggusur, ia mengerahkan dengan maksimal, tapi saat diminta menghentikan proyek ini justri tidak mampu,” sindirnya.

Ahmad pun mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk menjalankan hasil moratorium itu dengan sungguh-sungguh. “Ahok harus legowo dengan penghentian sementara proyek ini. Jangan sampai proyek ini diteruskan padahal peraturan sudah diputuskan,” sambungnya.

Ahmad kembali berpendapat bahwa moratorium itu seharusnya disertai dengan penegakan hukum yang adil. Karena pada dasarnya masih banyak pihak yang berusaha untuk melanjutkan proyek tersebut demi keuntungan pribadinya saja.”Moratorium mesti jelas dan jangan main-main. Jika perlu sertai dengan penegakan hukumnya. Kalau tidak, untuk apa moratorium tersebut dibuat,” ungkapnya lagi.