60 Persen Guru di UK Menjadi Korban Cyberbullying

Jumlah angka kasus cyberbullying yang dilakukan orangtua murid pada guru telah meningkat drastis di tahun lalu.National Association of Schoolmasters Union of Women Teachers (NASUWT), sebuah organisasi yang menjadi representasi dari para guru di UK, mengadakan sebuah survei yang diikuti 1.500 guru.

Berdasarkan survei ini, diketahui bahwa tahun lalu, 40 persen guru mengakui bahwa mereka telah menjadi korban cyberbullying oleh orangtua murid. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan dua tahun lalu di mana hanya 21 persen guru yang menjadi korban cyberbullyng.

Peningkatan ini berbanding lurus dengan meningkatnya pengguna media sosial seperti Instagram dan Snapchat. Kasus bullying pada kedua media sosial tersebut mengalami peningkatan sebanyak 5 persen.

Sebagian besar cacian yang diterima guru biasanya berhubungan dengan penampilan, ras, atau orientasi seksual guru tersebut.

Berdasarkan survei, 60 persen guru mengatakan bahwa mereka menerima hinaan di media sosial mereka. Makian ini dituliskan para murid atau para orangtua murid. Tahun lalu, hanya 21 persen guru yang mendapatkan perlakuan seperti ini.

Para orang ua murid biasanya mencoba untuk mempermalukan sang guru dengan membuat komentar mengenai penampilan mereka. Para guru bahkan sering dipanggil dengan berbagai makian seperti “sampah”atau “jalang”. Bahkan ada orangtua yang secara sepihak menuduh seorang guru bahwa mereka ingin membunuh seorang murid.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa para murid sama kasarnya dengan orangtua mereka. Beberapa dari murid meyebut guru mereka “tidak berguna”.

Chris Keates, sekretaris umum NASUWT berkata, “Peningkatan jumlah kasus guru yang menjadi korban bullying adalah hal yang patut dikhawatirkan. Hal lain yang patut dikhawatirkan adalah karena orang-orang yang melakukan bullying ini adalah pihak orangtua.”(telegraph.co.uk)

ABE

Sumber : metrotvnews.com