yandex
Sepak Bola Luar Negeri

5 Pemain Brazil Yang Karirnya Hancur di Usia Produktifnya

Saat ini, Neymar digadang-gadang sebagai pemain terbaik Brazil. Pemain berusia 24 tahun itu dikenal sebagai striker terbaik dunia dengan kepiawaian bermainnya di atas lapangan yang mengesankan. Di usianya yang masih muda, Neymar sudah berhasil menciptakan 94 gol dan 69 assist dalam 165 laga bersama Barcelona.

Bahkan, di musim ini Neymar juga menjadi sosok pemain yang paling kreatif di Barcelona. Dari 15 laga pada kompetisi di Liga Spanyol, pemain kelahiran 5 Februari 1992 itu berhasil menghasilkan 45 peluang dan 6 diantaranya sukses menjadi gol yang membanggakan. Bahkan, ia juga dikenal dengan kemampuannya yang piawai dalam menggiring bola.

Walaupun tergolong sebagai pemain yang hebat, tapinya Neymar dibayang-bayangi oleh karir buruk yang dialami oleh para seniornya di Timnas Brazil. Dibawah ini ada 5 pemain Brazil yang karirnya ‘melempem’ ketika usianya masih produktif. Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Diego Ribas

Di masa karirnya bersama Bremen pada tahun 2006-2009, Diego Ribas tampil dengan begitu mengesankan sehingga ia dijuluki sebagai sosok pemain terbaik dunia. Tapinya sayang, pemain berusia 31 tahun itu mengambil sebuah keputusan yang salah, yakni dengan bergabung bersama Juventus di tahun 2009. Sebenarnya, banyak pihak yang mengklaim jika gaya permainan yang dimiliki Diego sangat tidak sesuai dengan klub asuhan Massimiliano Allegri itu. Alhasil, karirnya di Itali hanya satu musim saja.

Diego Ribas pun memutuskan untuk kembali bermain di Liga Jerman dan membela WFL Wolfsburg. Berharap ingin meningkatkan performanya, justru Diego semakin melempem. Saat ini, pemain kelahiran 28 Februari 1985 itu memutuskan untuk memperkuat Flamengo di kampung halamannya.

2. Ronaldinho

Seperti yang telah kita ketahui, Ronaldinho dikenal sebagai salah satu pemain Brazil yang paling hebat. Pada tahun 2005 lalu, ia pernah menorehkan penghargaan yang membanggakan, yakni berupa gelar Ballon d’Or. Tapinya sayang, karinya sebagai pemain sepak bola hancur begitu saja akibat gaya hidupnya yang terlalu glamor.

Pemain berusia 36 tahun itu tidak bisa menjaga keinginan dagingnya untuk berdekatan dengan wanita. Sampai pada akhirnya di tahun 2014, ia malah memutuskan untuk meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Queretaro FC karena diiming-imingi oleh wanita-wanita cantik.

5 Pemain Brazil Yang Karirnya Hancur di Usia Produktifnya 2

3. Adriano

Salah satu penyerang Inter Milan yang paling ditakuti lawan di era 2005-2009 adalah Adriano. Pemain berusia 34 tahun itu dikenal memiliki tendangan keras yang begitu akurat sehingga sering diandalkan dalam hal menjebol gawang lawan. Tapinya sayang, karirnya hancur seketika akibat ulahnya yang mengecewakan.

Akibat pergaulannya yang dipengaruhi oleh narkotika, alkohol dan juga wanita, menjadikan karir pemain Brazil ini hancur. Kini, Adriano memutuskan untuk kembali menemukan performa terbaiknya dan pada tahun lalu ia membuktikan kembali kemampuannya di atas lapangan dengan memperkuat Miami United di ajang National Premier Soccer League.

4. Ronaldo

Ronaldo juga termasuk sebagai salah satu pemain Brazil yang miliki prestasi yang membanggakan di Piala Dunia 2002. Sampai saat ini, belum ada pemain yang mampu menyetarakan kepiawaiannya dalam menggiring bola dan menjebol gawang lawan. Bahkan pemain berusia 40 tahun itu menjadi pemain Brazil yang paling ditakuti oleh bek lawan.

Tapinya sayang, kebiasaan buruk yang telah mendarah daging pada dirinya berimbas buruk pada karirnya di dunia sepak bola. Salah satunya adalah ia tidak mampu menjaga pola makannya. Ketika usianya masih 27 tahun, berat badannya sudah mencapai 98 kg. Tidak hanya kegemukan, cedera juga turut menjadi faktor utama yang menjadikan karirnya semakin surut. Pria kelahiran 18 September 1976 itu pernah mengalami cedera pada lututnya di musim 2001-2002.

5. Robinho

Ketika masih berseragam Santos FC, Robinho menjadi salah satu pemain Brazil yang paling bersinar. Ia sukses menyumbangkan dua gelar di Liga Brazil. Kegemilangan dan kepiawaian yang dimilikinya menjadikan Real Madrid berminat untuk merekrutnya di tahun 2005. Merumput selama 3 musim di Los Blancos, Robinho terbilang sangat sukses lantaran ia selalu bermain di tim inti.

Namun sayang, faktor cedera dan minimnya torehan gol Robinho menjadikan karirnya meredup dari Madrid, tepatnya di tahun 2008. Setelah itu, pemain kelahiran 25 Januari 1984 itu pun memperkuat Manchester City. Tak jauh berbeda dengan nasibnya di Los Blancos, bersama The Citizens, Robinho kembali mengalami cedera dan inkonsistensi. Akhirnya Manchester City pun melegonya ke AC Milan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button