Dalam mengurus sebuah rumah tangga, seorang istri dituntut untuk mampu mengelola keuangan dengan baik. Memang pada dasarnya mengatur keuangan ini tak semudah seperti apa yang dibayangkan.

Namun pada dasarnya, mengelola keuangan keluarga itu mudah dilakukan apabila anda mampu mengontrol diri dalam membelanjakan uang. Dibawah ini ialah beberapa tips mengelola keuangan keluarga yang bisa anda realisasikan di dalam rumah tangga anda :

1. Estimasi pendapatan per bulan

Langkah awal yang bisa anda lakukan untuk mengelola keuangan keluarga anda adalah dengan melakukan estimasi pendapatan anda terima setiap bulannya. Seyogianya, anda melakukan hal ini menjelang tanggal gajian tiba.

Estimasi ini sangat penting untuk mengkalkulasikan pendapatan yang datang misalnya dari rumah kontrakan, uang lembur di kantor, keuntungan hasil investasi, keuntungan dari usaha sampingan, dan lain sebagainya.

2. Distribusikan pendapatan untuk tabungan

Dari total penghasilan yang anda dapatkan setiap bulannya, distribusikan sekiranya 30% untuk tabungan. Tabungan ini sangat berguna nantinya jika ada kebutuhan yang mendesak seperti uang masuk sekolah anak, uang berobat, atau untuk keperluan sekolah lainnya.

Selain ditabung di bank, anda juga bisa mengalokasikannya dalam bentuk investasi sebagai bekal berjangka panjang untuk keluarga anda. Anda bisa mengalokasinnya ke perangkat-perangkat investasi yang ada seperti reksadana, saham, emas, dan lain sebagainya.

3. Estimasi Pengeluaran per bulan

Mengestimasi pengeluaran rumah tangga setiap bulannya merupakan salah satu tips mengelola keuangan keluarga anda yang sangat tepat. Dalam hal ini, lakukanlah estimasi pengeluaran seperti biaya sekolah, belanja bulanan, uang untuk liburan, uang les anak, KPR, cicilan kendaraan, dan lain sebagainya.

4. Simpan untuk cadangan

Apabila pendapatan anda sudah dikurangi dengan pengeluaran dan investasi, ada baiknya juga anda menyisakannya sebagai dana cadangan. Dana cadangan ini berfungsi untuk mengantisipasi keperluan yang mendesak misalnya apabila terjadi musibah, sumbangan, uang buku, atau kebutuhan sekolah anak anda.

Namun kerap kali, uang cadangan ini dipakai untuk memenuhi keinginan kesenangan pribadi anda. Oleh karena itu, anda harus mengontrol diri dan membatasi dana cadangan tersebut agar tidak habis begitu saja untuk memenuhi kesenangan pribadi.