yandex
Sepak Bola Luar Negeri

4 Sejarah Terpentingnya Juventus di Tahun 2016

Di penghujung tahun 2016 ini, Juventus harus mengakhirinya dengan menelan kekecewaan. Pasalnya, dalam penghelatan ajang Piala Super Italia, klub yang ditukangi oleh Massimiliano Allegri itu dipermalukan oleh AC Milan dalam sebuah pertandingan yang dihelat di Doha, Qatar pada beberapa waktu lalu.

Meski demikian, sepanjang tahun 2015 ini, Juventus masih terbilang cukup berhasil. Di akhir musim 2015/2016, Bianconeri sukses menorehkan scudetto untuk kali kelimanya dan menjawarai kompetisi Coppa Italia. Di musim ini, Juventus pun masih mendominasi puncak klasemen Liga Italia.

Bagi sang pelatih, ini merupakan musim ketiganya ia menjadi juru taktik Juventus. Tentunya ia memiliki ambisi yang besar untuk menyamakan prestasi Antonio Conte yang mampu memboyong Juventus untuk menjawarai Liga Italia sebanyak 3 kali berturut-turut.

Dibawah ini akan dibahas tentang beberapa sejarah terpenting bagi Juventus di sepanjang tahun 2016 di bawah kepemimpinan Massimiliano Allegri.

1. Momen terbaik

Juventus sukses menorehkan momen terbaiknya dalam pengelatan Piala Italia di babak final melawan AC Milan. Saat itu, pemain penyerang mereka, Alvaro Moratta sukses mencetak gol penentuan kemenangan bagi Juventus. Hebatnya lagi, pemain berkebangsaan Spanyol itu menjebol gawang lawan di babak perpanjangan waktu, yakni di menit ke-110. Berkat gol tersebut, Juventus juga berhasil mendapatkan double winner pada tahun 2016.

2. Mendapatkan 25 Kemenangan

Bagi Massimiliano Allegri, 2016 menjadi tahun yang sangat spesial. Karena, ia berhasil memboyong Juventus untuk menorehkan 25 kemenangan yang diraihny asecara berturut-turut di masa kepelatihannya. Salah satu kemenangan tersebut adalah ketika menaklukkan AS Roma pada dua pekan yang lalu dengan perolehan skor 1-0. Kemenangan itu menjadi yang paling special bagi sang pelatih, karena mereka bias mengalahkan rival terhebatnya.

3. Penjualan pemain termahal dunia

2016 juga menjadi tahun yang paling bersejarah bagi Juventus karena mampu menjual Paul Pogba ke The Red Devils dengan harga transfer yang sangat besar, yakni mencapai 110 juta euro. Hal itu menjadikan Paul Pogba sebagai pemain termahal dunia pada saat itu.

Beruntungnya, penjualan Paul Pogba tidak berimbas buruk terhadap performa skuad mereka. Pasalnya, Juventus mampu memperkuat lini gelandangnya dengan menghadirkan Miralem Pjanic dari AS Roma. Tidak hanya itu, Juventus melakukan pembelian pemain dengan menggelontorkan dana kurang lebih 90 juta euro ketika memboyong Gonzalo Higuain dari Napoli.

paulo-dybala

4. Paulo Dybala menjadi pemain terbaik

Saat pertama kalinya Paulo Dybala berhasil didatangkan dari Palermo, sangat sedikit harapan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pemain berkebangsaan Argentina itu mampu membuktikan performanya yang mengesankan. Tak ada yang mengira jika saat ini ia menjadi pemain andalan di lini depan Juventus.

Dybala dinilai sebagai sosok pemain yang memiliki gaya permainan dan pergerakan di atas lapangan yang sangat berkualitas. Saat ini, Dybala pun sukses disetarakan dengan Lionel Messi. Bahkan, Juventus tidak menerima tawaran yang diberikan Barcelona dengan nilai transfer 80 juta euro untuk mendapatkan pemain pemain berusia 23 tahun itu.

5. Menelan pil pahit

Selain sejarah yang membahagiakan, Juventus juga sempat menelan pil pahit. Di sepanjang musim 2016 ini, Nyonya Tua harus menelan pil pahit karena harus terdepak di babak 16 besarLiga Champions pasca ditaklukkan oleh Bayern Muenchen.

Tidak hanya itu saja, pil pahit juga kembali dirasakan Juventus di penghujung tahun, tepatnya ketika mereka harus ditaklukkan oleh Milan dengan skor 4-3. Padahal dalam pertandingan tersebut, Juve sempat unggul.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button