Penghelatan piala AFF 2016 telah berhujung. Gelar jawara pun akhirnya jatuh ke tangan Timnas Thailand setelah berhasil menaklukan Timnas Indonesia dengan skor akhir 3-2. Kemenangan Thailand di kandang sendiri dengan skor 2-0 atas Indonesia berhasil membalas kekalahannya di leg pertama dengan skor 1-2.

Kompetisi yang diselenggarakan setiap dua tahun di Asia Tenggara ini selain memunculkan para pemain bintang, tapinya juga beragam aksi fenomenal. Termasuk aksi konyolnya Abduh Lestaluhu di penghelatan final Piala AFF 2016, yang menendang bola kea rah kursi cadangannya Thailand. Hal itulah yang akhirnya membuat bek kiri Timnas Indonesia itu mendapatkan kartu merah.

Abduh mengakui jika aksinya itu dilakukan bukanlah tanpa alasan. Meski demikian, ia pun meminta maaf lantaran telah menunjukan sikap yang salah dalam pertandingan tersebut. Tidak hanya itu saja, ada juga beberapa aksi fenomenal lainnya yang terjadi dalam Piala AFF 2016 lalu. Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Pembatalan penalti Timnas Garuda

Salah satu aksi kontroversial pada leg 2 Piala AFF 2016 adalah pembatalan penalti bagi Timnas Garuda yang dilakukan oleh wasit Fu Ming. Sebelumnya, Fu menilai adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Que Ngoc Hai dan Tran Dingh Dong terhadap Rizky Pora di kotak terlarang. Setelah terjadi kondisi tersebut, Fu akhirnya menghampiri asisten wasit, lalu membatalkan penalti. Alhasil, pelatih Timnas Garuda, Alfred Riedl dan para penonton mempertanyakan keputusan wasit tersebut dalam jumpa pers.

2. Bus Indonesia dilempari oleh batu

Ketidakberhasilan Timnas Vietnam untuk maju ke babak final Piala AFF menimbulkan aksi kontroversial bagi para suporternya. Ketika Timnas Indonesia kembali ke hotel pasca menjalani laga semifinal pada 7 Desember lalu, supporter dari tim tuan rumah melempari bus Indonesia menggunakan baru.

Terjadinya insiden tersebut menjadikan VFF atau Federasi Sepak Bola Vietnam menyatakan permintaan maaf. VFF menyatakan jika aksi tersebut merupakan ulah supporter Indonesia yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang kita ketahui, Vietnam gagal melangkah ke partai puncak setelah ditaklukan Indonesia dengan skor agregat 3-4.

3. Taktik Singapura

Dalam penghelatan Piala AFF 2016, pelatih Timnas Singapura, V. Sundramoorthy bersikeras untuk menerapkan taktik penyerangan. “Kami lebih menekankan bermain menyerang hingga kami harus mendapatkan kartu merah. Berdasarkan data statistik yang ada, kami lebih banyak melakukan tembakan daripada Thailand,” ujar Sundramoorthy terkait pertandingan melawan Thailand.

Namun faktanya, Timnas Singapura justru hanya mampu mencetak 1 gol dalam 3 laga yang dihelat. Kondisi tersebut menjadikan taktik menyerang yang diunggulkan Sundarmoorthy dipertanyakan oleh banyak pihak. Alhasil, Singapura harus tersisih dengan menorehkan hasil imbang 1 kali dan 2 kali kalah.

4. Filipina tidak mendapat dukungan dari supporter

Dalam tahap penyisihan grup Piala AFF 2016 melawan Myanmar, Filipina dipercaya menjadi tuan rumah. Tergabung dalam grup A, Timnas Filipina bergabung dengan Singapura, Thailand, dan juga Indonesia. Di tahun ini, Filipina memutuskan untuk menjadikan Stadion Philipines Sport di Bulacan sebagai kandang mereka. Tentunya, timnas yang dijuluki The Azkals ini mengharapkan adanya dukungan dari para supporter mereka.

Tapinya, dukungan tersebut tidak didapatkan Timnas Filipina dalam pertandingan tersebut. Kala bertanding melawan Singapura, hanya ada 4.000 penontong yang datang untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Jumlah penonton tersebut mengalami penurunan ketika Filipina berlaga melawan Timnas Indonesia.

Salah satu faktor penyebab terjadinya hal itu adalah jarak Stadion Philipines Sport itu cukup jauh. Diperlukan waktu 1 jam untuk menjangkaunya dari Manila. Para petinggi negara Filipina pun sebenarnya mengharapkan jika laga tersebut dihelat di Stadion Memorial Rizal yang berlokasi di pusat kota Manila.