Di kalangan masyarakat saat ini, memperindah tubuh dengan menggunakan tato tengah menjadi tren. Memang bagi sebagian besar orang, tato merupakan seni. Tapinya, anda juga perlu mengetahui bahaya tato itu sendiri bagi kesehatan.

Sebuah studi menyebutkan bahwa terdapat 1 dari 10 orang yang menggunakan tato mengalami masalah kulit yang cukup serius, seperti gatal-gatal, infeksi, maupun masalah kulit lainnya, seperti yang dipublikasikan dalam sebuah jurnal Contact Dermatitis. Tidak hanya itu, mereka yang terlibat di dalam studi ini juga menyatakan bahwa mereka mengalami komplikasi selama bertahun-tahun pasca tubuhnya ditato.

Marie Leger, seorang dokter kulit dari New York University Langone Medical Center menuturkan jika dirinya sama sekali tidak anti dengan tato, dan berpikiran bahwa tato itu sangat indah. Tapinya ia menghimbau agar masyarakat harus mengetahui resiko tato bagi kesehatan.

Bahaya tato mulai disadari Leger saat semakin banyak pasien yang berdatangan kepadanya akibat hal ini. Setelah melakukan beragam studi, Leger pun menyadari bahwa besar kemungkinan kejadian tersebut berkaitan dengan penggunaan tato.

Leger pun kembali melakukan penelitian dengan mengikutsertakan 300 orang yang menggunakan tato di Central Park New York, salah satunya dengan menanyakan masalah yang dialami setelah menggunakan tato. Sekitar 10 persennya dari mereka menyebutkan jika masalah terbanyak yang dialami adalah komplikasi, seperti infeksi, gatal-gatal, dan pembengkakan.

Leger memprediksikan komplikasi tersebut terjadi akibat warna hitam pada tato yang mengandung karbon, sementara warna merahnya itu adalah kandungan nitrogen. Tinta tersebut dapat menimbulkan beragam jenis reaksi pada orang-orang yang menggunakannya. Dibawah ini adalah beberapa bahaya tato bagi kesehatan yang sering terluputkan sebagian besar masyarakat.

1. Infeksi

Meski dalam pembuatannya tato dilakukan dengan sangat berhati-hati, tapinya dari beberapa kasus ada juga yang dilakukan dengan tidak steril. Pembuatan tato yang seperti ini miliki resiko terhadap infeksi hepatitis C dan juga HIV. Tak hanya itu, infeksi ini juga dapat menyebabkan sirosis, kemudian berlanjut menjadi kanker.

Pada tahun 2012, di New York telah terbukti bahaya tato bagi kesehatan, yakni terinfeksinya mikroba Mycobacterium Chelonae. Infeksi ini diakibatkan oleh penggunaan tato dengan tinta berwarna abu-abu yang telah terkontaminasi. Gejala yang dialami biasanya adanya pembengkakan dan radang pada bagian tubuh yang di tato.

2. Alergi

Ketika melakukan tato untuk pertama kalinya, memang jarang yang menimbulkan reaksi alergi. Tapinya, hal itu tidak mengartikan jika penggunaan tato tersebut aman sepenuhnya. Pasalnya alergi bisa dialami ketika melakukan tato selanjutnya. Pada dasarnya, bahaya tato yang satu ini dapat diluputkan dengan melakukan injeksi steroid. Namun ada pula kasus juga yang mengharuskan alergi akibat tato diatasi dengan cara operasi.

3. Kulit terbakar paparan sinar matahari

Pada dasarnya, beberapa jenis tinta tato didalamnya terkandung senyawa Cadmium. Kandungan ini mampu meningkatkan resiko terbakarnya kulit akibat paparan sinar matahari. Reaksi pada kulit ini banyak dijumpai pada mereka yang menggunakan tato bertinta warna biru, merah, hitam, dan juga kuning.

4. Reaksi Ion listrik

Pada tahun 2011, ditemukan sebuah laporan yang menyebutkan bahwa ada seorang pemain sepak bola yang mengalami luka bakar ketika menjalani Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Luka bakar tersebut dijumpai pada bagian tubuh yang menggunakan tato bertinta warna hitam.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa luka bakar tersebut terjadi akibat adanya arus listrik yang dihantarkan oleh tinta tato yang di dalamnya terkandung besi oksida. Tidak hanya warna hitam saja, tanto bertinta warna merah juga miliki kandungan besi yang tinggi. Untuk itu, bagi anda para pecinta tato, dianjurkan untuk tetap berhati-hati terkait bahaya tato yang ditimbulkannya.