Serie A – Banyak pesepakbola yang selepas gantung sepatu terjun ke dunia kepelatihan. Tapi, menjadi seorang juru taktik faktanya bukan perkara mudah. Banyaknya pengalaman yang diperoleh selama menjadi pemain tak menjamin kesuksesan dalam menukangi sebuah kesebelasan. Pep Guardiola, Antonio Conte, dan Carlo Ancelotti memang termasuk segelintir pengecualian. Dalam usia masih 40-an, mereka sanggup mempersembahkan gelar juara bagi kesebelasan yang mereka tukangi.

Faktanya, tokoh layaknya mereka hanya sedikit. Pada umumnya juru taktik muda sering mengalami hambatan di awal kiprahnya. Seperti Ivan Juric di Genoa. Hari Minggu yang lalu (10 Februari), juru taktik berumur 41 tahun itu dibebas tugaskan oleh Genoa. Rentetan hasil negatif menjadi alasannya. Puncaknya adalah kekalahan 0-5 dari kesebelasan zona degradasi, Pescara. Ia pun digantikan Andrea Mandorlini, yang dikontrak hingga Juni 2018.

Hal sejenis pun sebelumnya terjadi pada Massimo Oddo di Pescara. Ia dibebas tugaskan pada 15 Februari lalu dan posisinya diambil alih oleh Zdenek Zeman. Alasan Kejatuhannya pun wajar. Dari 24 laga di Serie A musim ini, Delfino menderita 17 kekalahan, 6 kali imbang, dan hanya sekali menang. Disamping Ivan Juric dan Oddo, masih ada sejumlah juru taktik muda di Serie A yang sedang berupaya meniti karir kepelatihan musim ini. Berikut tiga di antaranya :

1. Simone Inzaghi

3 Juru Racik Muda Yang Kinerjanya Terbilang Impresif 1


Bisa dibilang, Simone Inzaghi adalah juru taktik termuda di Serie A saat ini. Umurnya 40 tahun. Umumnya juru racik di Serie A berumur 55-57 tahun. Simone Inzaghi meniti kariernya mulai dari kesebelasan junior Lazio pada Juni 2010 sampai April 2016. Ia kemudian diajak untuk menukangi Lazio senior mulai Juli 2016.

Kepelatihan Inzaghi di Le Aquille sejauh ini bisa dikatakan lumayan. Torehannya sedikit lebih bagus ketimbang kakaknya, Filippo Inzaghi. Ia sanggup membuat Lazio berkompetisi dengan klub besar seperti AC Milan dan Inter Milan untuk beradu mendapat tiket Liga Eropa. Inzaghi harus berupaya demi mempertahankan jabatannya di Lazio.

2. Vincenzo Montella

3 Juru Racik Muda Yang Kinerjanya Terbilang Impresif 2


Montella memulai kiprahnya di AS Roma pada tahun 2011. Ia menjadi pelatih AS Roma dalam waktu empat bulan, yakni Februari sampai Juni 2011. Setelahnya, ia mengkomandoi Catania, Fiorentina, dan Sampdoria secara beruntun.

Kemudian, pada Juni 2016, Montella dinobatkan menjadi juru taktik AC Milan. Ia disuguhkan kontrak hingga Juni 2018. Sejauh ini, hasil torehan Milan masih jauh dari kata baik. Selaku kesebelasan top, Milan masih terpincang-pincang untuk beradu memperebutkan tiket Liga Eropa. I Rossoneri sejauh ini masih menghuni peringkat ke-7 klasemen, tertinggal 4 angka dari peringkat keempat, Inter Milan, serta tertinggal 10 angka dari peringkat ketiga, Napoli.

3. Paulo Sousa

3 Juru Racik Muda Yang Kinerjanya Terbilang Impresif 3


Dibanding tiga nama yang telah dibahas di atas, Paulo Sousa memang sudah membuktikan kesuksesannya. Sebelum menahkodai Fiorentina, ia telah melatih sejumlah kesebelasan di liga-liga yang berbeda. Ia juga sanggup menghadiahkan gelar untuk kesebelasan-kesebelasan yang ia komandoi.

Untuk Videoton, kesebelasan asal Hungaria, ia menghadiahkan trofi Liga Kupa dan Szuperkupa. Kemudian untuk kesebelasan Israel, Maccabi Tel Aviv, ia menuntun klub itu menjuarai Israeli Premier League. Lalu, di Basel ia hadiahkan trofi Swiss Super League musim 2014/2015.

Berjaya di liga-liga “kasta kedua”, Sousa masih harus menunjukkan kapasitas dirinya di liga “kasta tertinggi”. Ia dinobatkan sebagai pelatih Fiorentina sejak 21 Juni 2015, Sousa sejauh ini cukup memuaskan fans La Viola. Akhir-akhir ini, ia pun dihubungkan dengan La Vecchia Signora. Ia termasuk salah satu calon suksesor Massimiliano Allegri yang diisukan akan hijrah ke Arsenal.