Yahoo Messenger merupakan sebuah aplikasi mengirimkan pesan secara instan yang sudah beroperasi lebih dari 18 tahun. Perusahaan yang saat ini diketuai oleh CEO Marissa Mayer ini akan ditutup pada awal Agustus 2016 mendatang.

Sebelum kehadiran aplikasi chatting lainnya seperti Facebook, Google Talk, dan Orkut, Yahoo Messenger telah lebih dulu populer dan banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakan sebagai media berkomunikasi dengan orang lain.

“Saat ini, kami akan memberikan layanan interoperation dasar yang memungkinkan para pengguna untuk menyelesaikan perpindahan data mereka ke Yahoo Messenger yang baru dan menutup platform yang lama pada 5 Agustus 2016 mendatang,” ujar Marissa Mayer seperti yang dilansir IBTimes.

“Kami bermaksud untuk meneruskan usaha kami untuk fokus pada Messenger yang baru untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para penggunanya,” tulis Amotz Maimon, Yahoo Chied Architect pada blog resmi perusahaannya.

Bersumber dari pernyataan yang tertera di postingan blognya, tampak bahwa penutupanj aplikasi Yahoo Messenger ini merupakan upaya perusahaan untuk fokus kepada pembuatan Yahoo Messenger yang baru. Padahal, sebenarnya Yahoo telah meluncurkan Yahoo Messenger versi terbarunya sejak Desember 2015 lalu namun itu tidak cocok dengan versi legacy.

Faktanya, penutupan aplikasi Yahoo Messenger ini menjadikan sebagian besar netizen dan para penggunanya merasa sedih. Hal ini banyak diungkapkan publik melalui sebuah layanan microblogging Twiter.