Bagi anda pecinta kuliner tradisional Indonesia, tentunya sudah mengenal aroma yang khas dari kayu manis. Tidak hanya mampu memberikan kenikmatan terhadap olahan masakan, tapinya kayu manis juga menyimpan segudang khasiat bagi kesehatan.

Chyntia Sass, seorang ahli diet dan nutrisi menyebutkan bahwa di dalam satu sendo bubuk kayu manis terkandung antioksidan yang kemampuannya setara dengan setengah gelas blueberry. Kandungan antimikroba yang dimiliki jenis rempah yang satu ini juga mampu memberantas serangan bakteri E. Coli dan jamur Candida di dalam tubuh.

Menurut Sass, jenis rempah-rempah manis, seperti kayu manis, pala, dan juga jahe juga terbukti ampuh memberikan kepuasan tersendiri seperti yang biasanya anda peroleh dari gula. Dengan demikian, kondisi ini mampu mengurangi konsumsi gula secara berlebihan.

1. Mengoptimalkan fungsi otak

Sebuah penelitian membuktikan bahwa hanya dengan mencium aroma kayu manis, maka proses kognitif seseorang akan meningkat. Bahkan jika mengasupnya mampu mengoptimalkan fungsi otak secara efektif. Tak hanya itu, manfaat kayu manis juga dapat diperoleh untuk mempercepat respon visual-motorik serta meningkatkan fokus atau konsentrasi seseorang.

2. Memelihara kesehatan jantung

Manfaat kayu manis yang berikutnya adalah memelihara kesehatan jantung. Dalam sebuah studi dari Penn State, disebutkan bahwa diet dengan menggunakan kayu manis akan membantu tubuh untuk mencegah dampak buruk dari asupan makanan berlemak.

Dalam studi tersebut juga disebutkan bahwa perubahan yang terjadi akibat penambahan rempah-rempah sangat signifikan. Peneliti meminta relawan untuk menambahkan kayu manis sebanyak dua sendok makan ke dalam makanan berlemak yang diasupnya.

Setelah itu, makanan berlemak tersebut diuji dan dibandingkan dengan makanan sejenis yang tidak menggunakan kayu manis. Hasilnya menunjukan bahwa dengan penambahan kadar antioksidan yang terkandung di dalam kayu manis ini mampu mengurangi trigleserid, lemak di dalam darah hingga 30 persen.

3. Mencegah diabetes

Manfaat kayu manis juga dapat diperoleh untuk mencegah diabetes. Dalam hal ini, kayu manis terbukti mampu menghambat pengosongan pada perut, sehingga dapat meminimalisir lonjakan gula dalam darah setelah mengkonsumsi makanan. Tak hanya itu, kemampuan ini juga mampu mendongkrak sensitivitas terhadap insulin di dalam tubuh.

Sebuah penelitian dari University of Georgia menyebutkan bahwa kayu manis telah terbukti ampuh untuk mencegah inflamasi dan kerusakan pada jaringan yang diakibatkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah. Saat kadar gula di dalam darah tinggi, maka gula tersebut akan berpadu dengan protein untuk membentuk advanced glycation end atau AGE.

Di dalam penelitian ini, sejumlah ahli menemukan adanya hubungan langsung antara kandungan antioksidan dalam kayu manis yang mampu mencegah terbentuknya AGE. Nantinya, hal ini juga bisa berimbas pada penurunan resiko kerusakan jantung akibat kontribusi AGE pada pengerasan arteri.

4. Mengontrol gula dalam darah

Dalam sebuah studi yang diketuai oleh Departemen Pertanian AS menyebutkan bahwa ekstrak kayu manis yang tinggi akan kandungan antioksidan ini mampu membantu meminimalisir resiko penyakit yang dihubungkan dengan penyakit jantung dan diabetes.

Dalam penelitian ini melibatkan 22 orang relawan penderita obesitas yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan satu dosis kayu manis sebanyak dua kali sehari, sedangkan kelompok kedua diberikan placebo dengan diet yang rutin.

Setelah berpuasa, gula darah dikumpulkan di awal studi dan setelah 12 minggu hasilnya menunjukan bahwa ekstrak kayu manis tersebut mampu mendongkrak kadar antioksidan di dalam tubuh serta menekan kadar gula di dalam darah. Dengan demikian, khasiat kayu manis ini dapat kita peroleh untuk mencegah peningkatan kadar gula darah dalam tubuh.