Pada beberapa hari yang lalu, Presiden Republik Indonesia mengadakan kunjungan ke negara yang diberi predikat sebagai negeri Ginseng yakni Korea Selatan untuk membentuk kerja sama yang saling menguntungkan di bidang pengembangan industri.

“Tahun ini kita akan fokus untuk melakukan kerja sama di bidang industri dengan Korea Selatan,” ungkap Presiden Jokowi saat diwawancarai di Lotte Hotel, Seoul.

Setibanya di Korea Selatan, yakni dalam rangka kunjungan kenegaraan, Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Park Geun-hye dan sejumlah pengusaha besar di Korea guna mengembangkan potensi bisnis yang saling menguntungkan.

Presiden Jokowi juga menuturkan bahwa Indonesia juga hendak melakukan kerja sama di industri kreatif, salah satunya adalah di bidang film dan animasi. Terbinanya kerja sama ini, presiden mengharapkan Indonesia bisa belajar cara mempromosikan budaya dan seni hiburan kepada masyarakat internasional.

Presiden Jokowi juga berpendapat bahwa Korea Selatan Korea Selatan membutuhkan waktu selama 15 tahun guna menciptakan industri kreatif dan hiburan agar dapat populer di mata dunia. Hingga saat ini tercatat, jumlah perdagangan Korea Selatan selama tahun 2015 mencapai 16,7 milliar dollar AS.

Seperti yang kita ketahui, Korea Selatan menjadi negara yang merealisasikan program Modal Asing di Tanah Air dengan total 1,21 milliar AS. Adapun kelima sektor besar yang diminati oleh Korea Selatan, diantaranya listrik gas dan air, tanaman pangan dan perkebunan, perdagangan dan reparasi, industri makanan, serta industri logam.